Bel sekolah akhirnya berbunyi.
TIIIIIING… TIIIIIING…
Waktu istirahat.
Anak-anak di kelas langsung bersorak kecil dan mulai berlari keluar kelas.
Diezty ikut berdiri sambil meraih tangan Atthar.
Diezty : “Atthar ayo ke kantin!”
Atthar mengangguk.
Atthar : “Ayo.”
Mereka berdua berjalan keluar kelas bersama beberapa teman lainnya.
Lorong sekolah ramai dengan anak-anak yang tertawa dan berlari kecil.
Namun…
Di ujung lorong.
Pria yang menyamar sebagai petugas kebersihan tadi berdiri sambil mendorong troli pel.
Topinya masih menutupi sebagian wajahnya.
Matanya terus memperhatikan Diezty.
Saat Diezty dan Atthar lewat…
Ia langsung mendorong troli mendekat.
Troli itu tiba-tiba berhenti tepat di depan mereka.
Pria itu pura-pura menjatuhkan kain pel.
Pria misterius : “Aduh… maaf ya dek.”
Diezty langsung berhenti.
Diezty : “Gapapa om.”
Namun saat Diezty hendak lewat…
Pria itu tiba-tiba menggenggam pergelangan tangan Diezty dengan cepat.
Gerakannya sangat halus… tapi kuat.
Diezty langsung kaget.
Diezty : “Om…?”
Atthar langsung sadar ada yang tidak beres.
Atthar : “Lepasin!”
Pria itu berbisik pelan.
Pria misterius : “Tenang saja… kamu cuma ikut sebentar.”
Ia mencoba menarik Diezty ke arah lorong belakang yang sepi.
Namun saat itu juga…
Atthar langsung menarik tas Diezty kuat-kuat.
Atthar : “DIEZTY LARI!”
Diezty refleks menjerit.
Diezty : “AAAAAA!”
Jeritan itu membuat beberapa murid lain menoleh.
Situasi langsung kacau.
Pria itu panik.
Ia mencoba menarik Diezty lebih keras.
Namun tiba-tiba—
BRAK!
Seseorang menendang troli pel hingga jatuh.
Seorang guru olahraga berdiri di depan mereka.
Guru : “HEI! KAMU NGAPAIN?!”
Pria itu langsung melepaskan tangan Diezty.
Tanpa berkata apa-apa ia berlari menuju pintu darurat belakang sekolah.
Guru olahraga langsung mengejar.
Beberapa satpam sekolah juga ikut berlari.
Sementara itu…
Diezty berdiri gemetar.
Matanya mulai berkaca-kaca.
Atthar langsung memeluknya.
Atthar : “Gapapa… dia udah pergi.”
Namun di luar pagar sekolah…
Pria itu berhasil melompat ke atas motor yang sudah menunggu.
Motor langsung melaju cepat.
Pria itu menelpon seseorang.
Pria misterius : “Target hampir kita dapat… tapi gagal.”
Suara di seberang telepon terdengar marah.
?? : “Bodoh! Sekarang mereka pasti akan waspada.”
Pria itu menatap ke arah sekolah dari jauh.
Pria misterius : “Tenang… kita masih punya kesempatan.”
Sementara itu…
Di ruang kepala sekolah.
Diezty dan Atthar sedang ditenangkan oleh guru.
Tak lama kemudian ponsel kepala sekolah berdering.
Panggilan masuk dari rumah.
Nama di layar tertulis:
Alshad
Kepala sekolah langsung menjawab.
Di sisi lain telepon, suara Alshad Ahmad terdengar sangat serius.
Alshad : “Pak… saya baru dapat kabar ada orang mencurigakan di sekolah.”
Kepala sekolah menelan ludah.
Kepala sekolah : “Pak Alshad… orang itu barusan mencoba membawa Diezty.”
Suasana di rumah langsung berubah tegang.
Alshad berdiri dari kursinya.
Matanya tajam.
Alshad : “Apa?”
Tiara yang mendengar itu langsung pucat.
Sementara jauh di suatu tempat…
Seseorang menatap foto Diezty di layar.
Ia tersenyum dingin.
?? : “Menarik…”
“Anak itu ternyata dijaga cukup ketat.”
Ia lalu berkata pelan.
“Kalau begitu… kita naikkan permainannya.”
Bersambung… ⚠️🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
Tiara Dan Alshad Love Story
RomanceCerita ini bermula dari pertemuan mereka di jakarta Para cast Tiara Andini Alshad Ahmad Ziva Mangnolya Kesya Levronka Lyodra Mahalini Raharja Raffi Ahmad Nagita Slavina Holland Aurelia
