34

1 0 0
                                        


"Kasihan sekali hidupmu!"
Ucap ia sang penceloteh handal
Diantara kita tak ada ikatan kental
Celotehan lanturannya tak luntur membuatnya malu

Kecap-kecap tak beradab
Celotehannya membuat terjerembab
Ia lupa air kental yang tumpah dari pengecapnya
Akan kembali pada tempat semula

Kaca-kaca tak berongga jadi saksi
Liurnya terjatuh pada tanah
Nantinya akan menjadi panah
Untuk dirinya sendiri

-JR'26-

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 29 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tanpa JudulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang