"Kasihan sekali hidupmu!"
Ucap ia sang penceloteh handal
Diantara kita tak ada ikatan kental
Celotehan lanturannya tak luntur membuatnya malu
Kecap-kecap tak beradab
Celotehannya membuat terjerembab
Ia lupa air kental yang tumpah dari pengecapnya
Akan kembali pada tempat semula
Kaca-kaca tak berongga jadi saksi
Liurnya terjatuh pada tanah
Nantinya akan menjadi panah
Untuk dirinya sendiri
-JR'26-
