PACAR?

94 5 1
                                    

Aku senang melihatnya senang...
Tapi aku tiba-tiba terguncang karena sebuah kata-kata yang keluar dari Mulutnya...

"Steve..kau selalu berada disisiku,dan juga selalu membantuku.."
"heh tentu saja! Aku kan Sahabatmu.."

"Soal itu Steve...amm.."
"apa Lucy?"

"maukah kau menjadi pacarku?"

Lucy? Apakah ada yang salah dengannya, mengapa dia berkata begitu?

Aku tidak mengerti dengannya. Kurasa dia hanya main-main. Yang benar saja seorang anak laki-laki sepertiku disukai oleh Lucy? Oh Steve mungkin kau hanya bermimpi. Ayo bangunlah dari mimpi indahmu ini!

"Lucy, bolehkah aku bertanya?"

"Kau ingin bertanya apa?" ujar Lucy, dia tersenyum. Ya dia tersenyum, senyumnya kali ini berbeda dengan biasanya.

"Apakah ini mimpi? Apa aku bermimpi?"

Tiba-tiba Lucy terdiam dan menundukkan kepalanya. Aku tidak mengerti, mungkin saja ini benar-benar mimpi. Tapi terlihat sorot mata sedih melihatku dengan pandangan bertanya. Seakan-akan dia menanyakan 'Apakah kau berpikir begitu? Apa kau berpikir ini mimpi?'

"Sudah kuduga kau akan berkata begitu. Tapi sayang sekali Steve kali ini kau sedang tidak bermimpi. Maaf aku menanyakanmu hal yang tidak mungkin akan terjadi, aku hanya ingin terus bersamamu. Mungkin aku memang harus..."

"Maaf Lucy tapi aku ingin keluar sebentar..."

Aku melangkah ke arah pintu kamar Lucy, sebenarnya aku ingin berpikir. Dan aku tidak ingin mengganggu Lucy, atau lebih tepatnya aku ingin menghindari pertanyaan itu. Aku sama sekali belum tahu soal pacaran dan mengapa? Apa alasan Lucy memilihku, padahal aku hanya orang yang hanya kebetulan bertemu dengannya.

"Mhh Steve... Kau bisa menginap disini kalau kau mau. Dan kau bisa tidur di sofa itu" ujar Lucy sambil menunjuk sofa yang ada di pojok kamarnya.

"Baiklah" Aku pergi meninggalkan kamar dan berjalan menuju kebun. Terasa sekali kalau rumah ini sepi, Dan dengan keadaannya yang seperti ini mana bisa aku meninggalkannya. Mungkin aku akan tinggal dan bila pagi datang aku akan segera kembali ke rumah, lagian orang tuaku pun masih di luar kota.

Aku pergi ke kebun belakang dan memikirkan tentang perkataan Lucy tadi. Aku selalu ingin menolong Lucy, aku marah ketika dia disakiti... yahh tentu saja itu sangat wajar apakah ada orang yang tidak marah jika sahabatnya disakiti? apalagi dia seorang perempuan. Tapi satu hal yang aku sadari. Yaitu, aku tidak ingin sangat tidak ingin kehilangan dirinya. Lucy bilang aku selalu berada di dekatnya, namun kurasa itu salah. Dialah yang selama ini selalu berada di dekatku dan mengubahku menjadi seorang yang bisa bertanggung jawab. Setelah selama ini, aku baru menyadarinya sekarang? Oh sungguh lelaki macam apa aku ini.

Setelah beberapa lama aku pun kembali ke kamar Lucy kulihat dia sedang tertidur dan aku menutup dengan pelan pintu kamarnya dans egera duduk di samping tempat tidurnya.

"Aku ingin Selalu melihat wajah ini" tanpa sadar aku berkata begitu dan tiba-tiba saja tangan Lucy menggenggam tanganku dengan erat, sepertinya dia tidak akan melepaskannya. Aku berusaha melepaskan genggaman tangan Lucy namun hal itu sia-sia saja karna semakin aku mencoba semakin keras cengkraman itu mencengkram tanganku dan itu membuat tanganku sakit. Baiklah aku menyerah.

Aku menungguinya dan hampir saja aku terlelap namun aku tidak bisa tidur satu ranjang dengannya bukan? Kursi di kamar ini ada di pojok lagi. Baiklah Steve ayo tahan matamu!
Sesaat sebelum aku benar-benar terlelap aku mendengar suara Lucy mengigaukan nama 'ayah'. Apakah dia merindukan ayahnya? Entahlah aku tidak tahu akan hal itu tapi yang jelas aku sangat mengantuk dan tidak sadar akan apa-apa lagi.

--------------

"Steve... bangun. Ini sudah pagi"

"Steve...."

Seseorang mengguncang-guncangkan pundakku dan itu membuatku terbangun tapi aku belum terbangun sepenuhnya. Sampai saat aku melihat Lucy ada di depanku dan dia tersenyum kearahku. Pada saat itu aku ingat bahwa semalam aku ketiduran... punggungku terasa sakit. Harusnya aku berusaha melepaskan genggaman Lucy setidaknya itu lebih baik dari pada duduk di lantai yang keras dan dingin dan tangan terus terangkat ke atas.

"Lucy..."

"Ya?"

"Lucy... aku juga menyukaimu"

=====================================

Oi... gimana ceritanya? Jangan lupa VoMent ya

sekalian mo promot temen, baca cerita takahiroyuu yang:

1. An important promise

2. Just for you

Makasih all... ^^








~Yoroshiku~
('-')/

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 16, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang