Chapter 3

1.1K 73 15
                                    

SONG JOONG KI

"Aku merindukanmu Ibu." Kata Joong Ki Ketika dia masuk kedalam rumah dan memberikan pelukan erat pada ibunya, dia begitu merindukan wanita yang telah melahirkannya ini.

"Dimana ayah?" ia bertanya pada ibunya. Joong ki melirik sekitar rumah tapi tidak melihat ayahnya, dia berjalan menuju Ruang tamu.

"Ayahmu ada ruang kerjanya, mungkin sebentar lagi turun" jawab nyonya Song sambil mengambil tempat untuk duduk disamping Joong Ki. "kalau memang merindukan ibu kenapa baru datang sekarang? Kalau bukan permintaan ayahmu, ibu sangat yakin kau tidak akan muncul didepan ibu"

"Maafkan aku ibu, Ibu tahu sendirikan kalau anakmu yang tampan ini kerjanya seperti apa" Jawab Joong ki dengan nada manjanya. Ketika Joong ki asyik melepas rindu dengan ibunya, Dia melihat ayahnya berjalan menuruni tangga. Segera mungkin dia berdiri dan memberi hormat pada ayahnya dan di jawab cuma anggukan.

Joong Ki kembali ke posisinya semula "Ayah akan sangat senang jika melihatmu berjalan masuk ke rumah ini dengan seorang wanita di sampingmu." Komentar pertama Tuan Song ketika dia bergabung dengan istrin dan anaknya di ruang tamu.

"Itu pasti,! ketika saya bertemu wanita yang tepat." Dia mengatakan kepada ayahnya.

Tuan song hanya bisa menghela napas. Dia sudah tahu bahwa percakapan ini akan menjadi sulit. "kenapa kau dan Me young tidak mencoba menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama" kata ayahnya.

Satu kalimat ini sudah cukup untuk membuat darah Joong Ki mendidih "Ayah, mesti berapa kali saya katakan kalau saya tidak ingin mengenal perempuan itu lebih jauh" katanya jelas dan tegas.

Jo Hye Kyo menyadari ketegangan antara suami dan anaknya. Dia tahu bahwa suaminya sudah agak sedikit keterlaluan memaksakan kehendak terhadap Joong Ki,. tapi dia tidak mampu menghentikan pria keras kepala seperti Song In Sung, Suaminya.

"Ayah hanya berharap bahwa kau memberikan gadis itu kesempatan Joong Ki-ah. Dia anak dari sahabat ayah dan setahuku anaknya sangat baik, mungkin dengan lebih mengenalnya kalian bisa jadi pasangan serasi" In Sung mengatakan pada putra satu-satunya.

"saya akan lebih ikhlas menyendiri seumur hidup dari pada harus menghabiskan waktu dengan perempuan itu, aku tidak sudi kalau perempuan itu yang harus melahirkan anak-anakku, tidak akan pernah" Joong Ki menyatakan cukup marah sambil berdiri dari sofa "Saya seorang pria dewasa dan bisa membuat keputusan sendiri tentang kehidupanku, Saya permisi" Joong ki membungkuk memberi hormat dan meninggalkan rumah dia tidak ingin tinggal lebih lama lagi.

Hye Kyo menatap pintu depan, Joong ki sedikit membantingnya sebagai bentuk kemarahannya terhadap ayahnya. "semua yang dikatakannya itu benar, dia sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan sendiri" katanya, In Sung mendesah Dan berbalik menatap Istrinya.

----------------------------------
-------------------------------------

"Kang Me Young?, kenapa mesti perempuan itu?" Jong suk bertanya ke Joong Ki ia tidak tak percaya kalau ayah joong ki akan menyodorkan perempuan menyebalkan itu. Keduanya duduk di ruangan Joong Ki, mereka membahas pertemuan joong ki dengan orang tuanya.

"Yaa, Itu membuatku marah jadi aku hanya meninggalkan. Aku betul-betul tidak tahan dengan ayahku" kata Joong ki

"Kapten Song, Jujur saja saya sangat menghormati ayah anda, tapi itu sudah sangat keterlaluan menurutku, kau pria dewasa bisa mengambil keputusan sendiri" Jong suk menyatakan perasaan simpatinya untuk temannya.

Joong Ki menghela napas berat. "mungkin memang sudah saatnya aku harus mulai mencari seorang istri, karena kalau tidak mereka tidak akan berhenti mengangguku" Joong ki menjawab dengan berat hati.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 03, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

first sight Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang