- Mentari pun tersenyum -

56 2 0
                                    

~Pagi ini begitu cerah. Menyinari sanubari hati ku yang begitu indah.

Aku berjalan mengikuti setiap deru waktu yang mulai berlaku. entah kemana kah arah tujuan ku. Aku hanya berusaha tetap tersenyum

Hati ku takkan begitu sepi disaat suara kicauan burung yang terbang membentuk farmasi yang diinginkannya. Hanya sesimple itu. Tapi senyum itu muncul dalam setiap ukiran wajahku~

-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-

Malam berlalu dari hamparan dan menampakkan sinar mentari dari ufuk timur yang begitu cerah. Tak kalah angin yang sepoy sepoy menerjang terbang daun daun yang hendak berguguran dari rantingnya.

Pagi ini adalah hari yang ditunggu- tunggu oleh Kinaya Cahya Augrellia atau yang biasa dipanggil Naya.Yang mana akan membacakan sebuah puisi nya dalam sebuah lomba yang diadakan di sekolahnya dalam rangka Ulang Tahun Sekolah.

Kinaya terjaga dari tidurnya dan langsung bergegas ke kamar mandi.

Selesai mandi Naya langsung mengenakan gaun berwarna merah maroon yang dipadukan dengan jilbab dengan warna yang senada ber ornamen bunga berwarna hitam dan pansus berwarna hitam juga. Kinaya juga menggunakan kaus kaki untuk menutupi kaki nya yang putih dan mulus.

"bismillah... Semoga acara hari ini lancar"

"Kak, ayo kebawah. Bunda ,Ayah dan kak Rayhan udah nunggu tu",tiba-tiba Tasya adik nya Naya datang untuk memanggil kakak nya yang telah ditunggu-tunggu dari tadi oleh keluarganya.

Ya.Kinaya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ayah Kinaya adalah seorang pengusaha sukses dan Bunda nya juga memiliki beberapa butik dan restoran yang cukup besar

Walaupun kedua orang tuanya begitu sibuk, tapi Kinaya masih tetap bisa menikmati kebersamaan dengan kedua orang tuanya tersebut. Karna orang tuanya yang selalu support apapun kegiatan positif yang Naya lakukan.

"ayoo... Kakak udah siap ni"

"subhahanallah,kakak cantik sekali dengan pakaian itu"

"Makasih sayang", Jawab Kinaya yang mulai tersipu dengan pujian adiknya tersebut.

Mereka pun telah sampai di bawah yang kemudian disambut oleh keluarga kecil nya yg lain.

"wah, kakak cantik sekali. Pasti semangat banget ya kak untuk nampilnya?" puji Bunda nya setelah melihat penampilan putri tersayangnya itu.

Kinaya hanya tersipu malu atas pujian dan tatapan kebahagiaan yang diberikan oleh keluarganya

"ayoo kita berangkat. Nanti terlambat" ujar Ayah yang langsung merangkul Kinaya dari belakang.

"Wah jadi Ayah sekarang cuma ingat sama Kak Naya doang nii??? Acha gak di rangkul ni Yah" keluh Tasya dengan memasang wajah cemberut, yang cemburu atas perlakuan ayah nya karena meninggalkan nya

"wah,dasar kamu ini. Sini kakak aja yang rangkul kamu" tiba tiba Kak Rayhan langsung merangkul adik bungsunya itu menuju ke mobil.

Sesampainya disekolah, semua murid berlalu lalang menuju ke aula sekolah. Ya, Kinaya bersekolah di sebuah sekolah termahsyur yang sangat favorit sekali yaitu di Indonesian Innovative school. Gedung dan fasilitas nya pun sangat lengkap banget dan sangat mendukung dalam proses belajar siswanya.

"good luck kak. Kakak pasti bisa"

"Makasih Bun, Naya sayang Bunda" Naya pun memeluk Bundanya.

Acara pun dimulai. Sesampai nya Naya dan keluarga nya di Aula sekolah, Naya langsung disambut oleh gurunya. Mereka pun duduk di barisan yang paling depan. Berhubungan juga dengan ayah Naya adalah salah satu donatur terbesar atas sumbangsi kepada sekolahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 03, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Melodic poetry 🎶Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang