Keyla pov
"Maaf" dia minta maaf kepadaku? Aku gak salah dengar kan?
"Apa?" Tanyaku untuk memastikan
"Gak apa-apa" jawabnya.
"Gue maafin lo" kataku, karena aku yakin banget kalau dia minta maaf kepadaku.
"Emang gue minta maaf sama lo?" Katanya. Dan.. mukaku bersemu merah, malu. Akan tetapi aku yakin dia minta maaf kepadaku. Kenapa skrg dia malah bilang tidak? Yaudah deh udah malu juga maluin juga gak apa-apa
"Lo jangan gengsi deh, gue tau lo minta maaf sama gue"
"..." dia hanya diam tidak menjawabku.
"Keyla!!"
Aku menoleh dan melihat sahabatku tengah melambaikan tangannya.
"Ke kantin yuk!" Ajak cindy kepadaku
"Yuk!"
"kata siapa lo boleh pergi?" tanya keyson sembari memegang pergelangan tanganku.
degg "kata gue lah kalo ga siapa? batinku.
"..."
"lo ga boleh pergi tanpa gue"
Keyson menggandeng tanganku dan kekantin
*dikantin
"Mau makan apa? Gue pesenin" tanya cindy kepadaku
"Bakso sama es teh
"Terus lo keyson? Mau apa?"
"Samain"
"Oke"
"Gue mau nasgor sama es teh cin" kata louis
"Emang gue bilang mau pesenin punya lo?"
"Parah lo, punya keyla keyson mau, kalo gue aja lo gamau"
"Iya memang gamau"
"Pesenin dong"
"Pesen aja sendiri"
--
"Nih non makanannya"
"Makasih bang"
"Sama-sama"
"Eh, Bang udi udah lupa emangnya kalo gue ga suka pake kecap " kataku
"Lupa kali key, kan banyak yang pesen tadi" kata cindy
"Tuker aja sama gue" kata keyson
"Tapi kan lo juga ga suka pake kecap" kataku
"...." keyson tidak menjawabku dan melahap baksonya yang sebenarnya punyaku
*skip kantin
*author
"Eh,keyla"
"Apa?"
"Lo beneran ga pacaran sama keyson?"
"Emangnya kenapa?"
"Jawab dulu"
"Gue ga pacaran sama dia"
"Dia kayaknya suka sama lo. dia putusin nikita, terus deketin lo, lo ga ngerasa?"
"Ga, dia putusin nikita bukan karena mau deketin gue, tapi pasti ada alasan lain"
"Tapi dia putusin pacar tercintanya"
"Terus kenapa? Kan gue udah bilang pasti ada alasan lain"
"Hmm... bener juga, tapi key sikapnya .."
Baru saja keyla ingin menjawab, bu anna guru biologi mereka masuk.
"Anak-anak kalian kerjain halaman 81, ibu mau rapat sebentar"
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Marriage
Jugendliteratur" Aku masih 17 tahun ma, masa udah nikah aja? lulus SMA aja belum apalagi kerja ma" " bukan nikah, cuman tunangan doang kok, apa kamu memang mau nikah saja?" "maaa!!!" " mama gamau tau pokoknya kamu harus nerima, emang kamu tega lihat mama sedih?" "...
