Pagi ini, seperti biasa setelah sholat subuh bergegas ke balkon menunggu terbit matahari sambil ditemani secangkir teh hangat. Ini baru yang dinamakan, Sempurna! dalam definisi ku hehe.
Kling!
Notifikasi LINE muncul dilayar handphone nya.
"Calon siswa SMA nih!" begitulah isi pesan nya dari Lina, sahabatnya dibangku SMP."Pagi gini ada ada aja sih" batin nya sambil tersenyum
"Ah, bisa aja. Tumben pagi-pagi gini nge chat, pasti ada yang di minta nih hahaha" balas nya.
"Cocok jadi peramal, hayuk temenin jogging yaaaaa :)"
"Mau gak ya hmm"
"!!!!! :("
"Kalau besok dibuatin nasi goreng kepiting, aku mau :b"
"Bisa diatur. Sana siap siap, aku jemput 1 jam lagi"
"Okidoci" balas nya di akhir percakapan mereka di LINEPerempuan itu pun masih tetap duduk sambil menikmati secangkir teh nya dan terbit matahari. Pikirnya masih bisa bersantai sebentar dan setelah itu akan bersiap siap jogging.
Diana, namanya. Perempuan yang sedang duduk dibalkon menikmati terbitnya matahari pagi. Berambut coklat tua, mempunyai 1 lesung pipi, mata berwarna hazel yang berbentuk almond, dan hidung mancung. Sempurna bukan?
"Kamu ya, aku kan udah bilang 1 jam lagi aku jemput. Eh ternyata blm selesai juga siap siapnya" Lina kesal karena ternyata sahabat nya pun belum selesai siap siap
"Iyaa maafkeun, saya pikir tadi kamu bakal ngaret hehe"
"Masa aku yang ngajak, aku yang ngaret yang bener aja mbak"
"Ehehe ampun diomelin"
"Oiya rencana daftar SMA mana emang?"
"Gatau nih.."
"Kenapa gak di SMA nya senior kita waktu SMP, laki laki yang daridulu digalauin, dilihatin diem diem, dan laki laki yang buat seorang Diana dengerin lagu When You Love Someone-nya Endah n Rhesa setiap hari"
"Apasih, yakali dikira saya ngikutin dia lagi"
"Alah, emang beneran seorang Diana ini pengen satu sekolah lagi kan sama.."
"Staphhh it, ayo berangkat jangan ngomul" potong Diana agar sahabatnya berhenti bahas tentang seorang laki laki yang bikin dia menjadi orang yang sangat melow 3 tahun ini.
"Hashhhh kamu mah"- - - - - - - - - - - - - - - -
Setelah jogging mereka berdua kembali kerumah Diana,
"Saya ambil minum dulu ya, mau apa?"
"Air putih dingin saja deh"Diana pun segera mengambil dan kembali dengan membawa dua gelas air putih dingin dan beberapa cemilan
"Diana, masih tetep stuck ya sama dia? Maksudnya masih tetep jadi secret admirer nya dia?"
"Menurut lina gimana hayo"
"Kamu mah ditanyain selalu gitu"
"Iyaa"
"Iyaa apa coba"
"Diana masih"
"Masih? Apa?"
"Masih tetep stuck sama senior kita di SMP" Sambil senyum menatap kearah lain
"Diana sih kenapa gak bilang, dulu kan perasaan sempet chattingan hampir tiap hari malah"
"Kan bahasnya tentang acara sekolah, yakali"
"Kan kamu juga bisa sambil pdkt, Naaaa"
"Boro boro pdkt, dia aja gak suka sama saya"
"Sotoy banget jadi orang jelas jelas kamu secantik ini, masa dia gak terpikat sama sekali. Mustahil."
"Dia chattingan sama saya hanya sekedar bahas acara sekolah, selesai itu udah dia gabakal bales lagi elah"
"Serius, na?"
"Seribu rius. Udah ah. Saya malah melow lagi ntar"Setelah itu, Lina pun pamit untuk pulang karena akan ada acara keluarga
Diana pun kembali ke kamar untuk berganti pakaian dan sekedar tidur-tiduran disofa kamarnya sambil mendengarkan lagu Endah n Rhesa - When You Love Someone, pastinya.
Menatap langit-langit kamarnya, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil senyum
"Gila ya, sampe kapan saya begini terus"
"Masa saya daftar di SMA nya dia, ketemu lagi dong, ngelihatin diem diem lagi dong, GILAAAAA. Ntar malah ketahuan kalau saya ngikutin dia ashhh"Diana tetap mendengarkan lagu andalanya itu, berulang ulang sampai dia ketiduran disofanya.
Begitulah, Diana Brunella Callie. Mencintai diam diam, memuja diam diam, memandangi diam diam seorang laki laki yang menjadi seniornya, ketika dia menduduki kelas 7 dan seniornya itu kelas 9 SMP. Sampai sekarang pun Diana tetap tidak mengatakan perasaan nya, kepada laki laki itu.
Laki laki itu bernama Aruna Giri Nararya.
Iyaa, Aruna.Dia, Aruna.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia, Aruna.
Teen FictionBagaimana bisa, mencintai seseorang secara diam diam, memandanginya secara diam diam, memuja secara diam diam. Dan itu terjadi selama bertahun tahun. Sampai kapan mau diam diam terus? Kapan mengatakan kepadanya jika kamu mencintainya? Takut? Malu? K...