Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

20. Pilihan

20.6K 2.3K 136
                                        

Jefri diam, dia tidak tau harus berbuat apa dan bersikap seperti apa.

Tadi Ayah Rama menjemputnya dari kosan dan membawa Jefri ke satu lestorant. Entah untuk apa Jefri tidak tau. Yang pasti Ayahnya Rama tidak hanya sekedar mengajak Jefri untuk makan.

"Langsung aja. Saya ingin kamu menjauh dari anak saya"
Ucap Ayah Rama.

"Tapi om"

"Jangan membual tentang cinta. Saya tidak suka anak saya jadi homo seperti kamu"
Potong Ayah Rama.

"Om saya tau apa yang saya dan mas Rama lakukan adalah salah. Tapi cinta kita gak salah om. Jika kita bisa memilih saya dan mas Rama juga ingin normal. Ingin bisa mencintai seorang gadis. Tapi tuhan memberi perasaan yang lain. Kita gak bisa apa-apa om, karena perasaan itu tuhan yang kasih"
Jawab Jefri mantap. Dia memang takut dengan Ayahnya Rama. Tapi dia juga harus mempertahankan hubungannya dengan Rama. Bukan cuma Rama saja yang berjuang. Dia juga harus ikut berjuang. Jika hanya seorang saja yang berusaha memperjuangkan, semua akan sia-sia.

"Kamu lihat di sana"
Tunjuk Ayah Rama ke Viona yang sedang Rapat dengan kliennya di salah satu meja di sebrang sana.

"Dia wanita cantik dan juga berpendidikan. Viona juga bisa memberikan keturunan yang baik untuk Rama. Lalu apa yang bisa di harapkan dari kamu. Apa kamu bisa memberikan keturunan untuk Rama?. Bahkan dalam mimpipun kamu gak akan pernah bisa. Rama butuh keturan untuk menjadi pewarisnya. Anak kandung dan anak adopsi itu beda"

"Tanggungan Rama dan kamu itu berbeda. Ada lebih dari seribu kariawan yang menjadi tanggung jawabnya. Lalu apa jadinya jika orang lain tau dia homo?. Bisnisnya akan hancur krena pemimpinnya tidak bermoral. Dan jika itu terjadi ribuan orang itu akan menjadi pengannguran. Begitupun Rama yang akan kehilangan semuanya, bukan cuam harta, tapi juga nama baiknya akan tercoreng."

Jefri diam. Ayah Rama benar dia gak bisa ngasih Rama keturunan. Dia gak bisa hamil. Walaupun mereka mengadopsi anak, tetap saja anak itu bukan darah daging dari Rama. Jefri sangat mencintai Rama. Tapi masa depan Rama jauh lebih penting. Dia tidak mau Rama hancur. Dia tidak mau masyarakat mencapnya menjadi buruk. Lantas dia harus apa?.

"Fikirkan"
Ayah Rama pergi meninggalkan Jefri yang sedang termenung.

"Aku harus apa mas?, aku gak mau mas susah gara-gara aku"
Monolog Jefri.

Dia melihat Viona yang terlihat jauh lebih berpesona jika sedang bekerja seperti itu. Viona wanita soleh juga pintar, sangat pantas untuk Rama. Dan bisa di pastikan hidup Rama akan baik jika bersama Viona.

Haruskah Jefri melepaskan Rama, agar Rama bisa mendapat kehidupan mendatang yang baik. Haruskah dia merelakan Rama bersama Viona, yang terlihat jauh lebih sepadan jika bersanding dengan Rama. Tapi bagai mana dengan hatinya, akankah hatinya juga akan baik-baik saja tanpa Rama. Bohong jika cinta itu tanpa harus memiliki. Jefri ingin memiliki Rama. Jefri ingin selalu bersama dengan Rama. Tapi saat ini dia merasa takdir sedang mempermainkan cintanya.

Apa yang salah dengan cintanya?. Dia mencintai Rama dengan tulus. Apa itu salah?. Lantas kenapa tuhan memberikan perasaan itu untuknya, jika akhirnya semua menyalahkan cintanya.

Jefri pergi dari tempat itu dengan hati yang berkecamuk. entah kemana Jefri hanya ingin berjalan jauh untuk saat ini. Pergi kemana saja untuk bisa menenangkan hatinya.

Dia sungguh sangat mencintai Rama dengan ikhlas, dengan seluruh hatinya. Kenapa tidak ada yang bisa melihat ketulusannya walau hanya sedikit.

Saat Jefri sedang duduk di pinggir jalan, sebuah motor ninja berhenti di depannya.

"Jef ngapain kamu duduk di pinggir jalan begitu"

Jefri mendongak, di depannya ada Rama yang menatapnya hawatir. Jefri ingin memeluk Rama. Tapi ucapan Ayahnya Rama kembali tengiang di kepala.

BALADA ANAK KOSAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang