Chapter 7

7K 732 75
                                        


*
*


Sebelumnya di ruang bawah tanah Slytherin.

"Kau menghindarinya!"

"Tidak!"

"Ya, kau menghindarinya! Dan jangan berani kau menyangkalnya! Kau melarikan diri dari masalahmu lagi, Draco. Kau harus berhenti untuk menyakitinya lagi."

"Aku melindunginya."

"Dari apa, Draco? Bagaimana kau bisa melindunginya jika kau tidak berada di sekitarnya, sialan?"

"Aku melindunginya dari diriku dan kegelapan yang aku bawa."

"Kita hentikan ini! Aku tidak membicarakan -cahaya-dan-gelap denganmu lagi!" Blaise berkata sambil berlalu meninggalkan Draco.


*
*


Dua hari kemudian.


Ruang kelas Ramuan bawah tanah.


Bagi Hermione, hal-hal menjadi normal kembali atau apapun itu seperti saat Draco belum memasuki hidupnya.

Hanya saja ... Dia tidak lagi merasa normal.

Dia kembali berpasangan dengan Ginny di semua kelas dan mereka selalu bersama.

Ginny adalah pasangan Ramuan yang cukup bagus, tapi tidak sehebat Draco yang memiliki prinsip-prinsip Ramuan dan grafik dalam Astronomi, dan juga Ginny tidak mengambil Rune Kuno atau Aritmatika, jadi Hermione harus kembali memecahkan tugas-tugas dan semua masalahnya sendiri.

Untuk mengatasi semua itu, mimpi buruknya yang belakangan ini menjadi berkurang telah kembali dengan mimpi yang lebih seram. Hell, itu semua seolah berperang melawan kewarasannya.

Dalam rentan waktu dua hari, Hermione merasa seolah dia sudah mencapai akhir kewarasannya.

Wajahnya menjadi pucat dan matanya memiliki kantung hitam.

Hingga sekarang, Draco masih menghindarinya. Draco seolah sudah membuat semuanya jelas, jika dia sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Hermione, maka dia juga tidak ingin mengganggunya.

Hermione melanjutkan hidupnya dan menganggap seolah Draco tidak pernah ada.

Kecuali jika itu memang benar.

Sementara dia membereskan semua barang-barang yang telah dia pakai untuk membuat ramuan, seekor kupu-kupu hinggap di pergelangan tangannya. Tapi kemudian, Hermione memperhatikan jika itu bukanlah seekor kupu-kupu.

Itu adalah sebuah perkamen yang di sihir.

Hermione memutuskan untuk membuka catatan di dalamnya di tempat yang lebih sepi, maka dia berjalan keluar dari ruang kelas bawah tanah, saat sepasang tangan yang kokoh meraihnya dan menariknya ke belakang pintu.

Hermione ingin berteriak saat dia melihat murid terakhir pergi menjauh dari ruang kelas, tapi mulut Hermione tertutup oleh sebuah tangan kokoh yang membuat mulutnya tertutup rapat, sedangkan tangan kokoh yang lain memegang tangannya, mengambil tongkat sihir Hermione dan memenjarakannya agar tidak bergerak.

Winners Keepers (Terjemahan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang