Second

328 26 1
                                    

BRAAAAAAKK!!

"....." Sasuke terkejut. Ia membalikan tubuhnya secara refleks. Mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.

Host

Host

Host

"Ano...... go-gomen Sasuke-kun. Aku butuh bantuan mu" nafas Hinata tersenggal-senggal.

Baru saja beberapa saat lalu Hinata pergi dengan wajah berbinar-binar. Kini Ia sudah kembali lagi dengan wajah muram dan rambut yang kusut.

"Astaga!!. Pekerjaan ku sia-sia" Sasuke menepuk keningnya.

Padahal Sasuke sudah berusaha merubah penampilan Hinata sebaik mungkin. Tapi gadis itu justru merusaknya dalam sekejap.

"Ano Sasuke-kun...." Hinata menunduk Ia memainkan ujung jarinya.

"Hn"

"A-aku tidak tahu dimana letak Asrama ku" dengan wajah ceria dan mata yang terkatup Hinata mengatakannya.

"Gadis bodoh" Iner Sasuke, sebelah alisnya berkedut. Ada perempatan di keningnya.

"Jadi... ayo antar aku......." Tanpa menunggu persetujuan dari Sasuke, Hinata langsung menariknya keluar dari dalam Salon itu.

Tindakan Hinata membuat Sasuke speachless. Hinata benar-benar seenaknya.

☆☆☆

"Nah ini Asrama mu" ucap Sasuke datar.

Sebelumnya Hinata memberi tahu Sasuke bahwa Ia akan bersekolah di SENJU GAKUEN. Dengan begitu Asrama yang Hinata maksud sudah pasti adalah Asrama SE'Ga*.

"....." Hinata diam ditempatnya, Ia menatap takjub bangunan tinggi di hadapannya. Matanya tak berkedip sedikit pun.

"Sa-sasuke-kun....."

"Hn"

"Apa kau yakin ini Asrama ku?! Sepertinya ini terlalu besar"

"Kau lihat itu" Sasuke menarik wajah Hinata untuk mendongak.

"......" Hinata diam. Bibirnya jadi sedikit mengerucut akibat ulah Sasuke.

"Tertulis dengan jelas bukan Asrama SE'Ga"

"U-um" Hinata mengangguk.

"Baiklah, aku pulang" Sasuke berbalik.

"Sasuke-kun" Hinata menarik jaket hitam milik pria itu.

"......" Sasuke menghela nafas lelah. Dikeningnya terdapat perempatan. Lagi.

"Ck ada apa lagi" Sasuke kembali menghadap Hinata. Ia sudah benar-benar murka saat ini.

"Asrama ini terlalu besar, aku rasa Tou-san tidak akan mampu membayar sewanya setiap bulan"

"Lalu?!" Sasuke melipat tangannya didepan dada.

"Bolehkan aku tinggal bersama mu?!" Hinata mengatupkan kedua tangannya dengan puppy eyes.

Bruuk

"Aku mohon Sasuke kun" Hinata menubruk tubuh Sasuke.

"A-apa!!?" Alis Sasuke berkedut. Lagi

"Gadis ini....." inernya

Sasuke mendorong bahu Hinata, memberi jarak diantara mereka.

"Jangan pernah melakukannya pada pria yang baru kau kenal. Karena tindakan mu akan mengundang bahaya"

"Bahaya?" Hinata memiringkan kepalanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 30, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Anata no Tame ni (Karena mu)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang