7 (18+) 🥺

3.3K 38 1
                                        

Malamnya, puluhan miss call terlewat begitu saja dari Xavier pada ponsel Arcadia. Salah siapa mengganggu dua anak manusia yang sedang menyalurkan kehangatan?

Menyusun rencana se-apik mungkin setelahnya demi mendapat lagi perhatian sang pacar adalah apa yang ia lakukan saat ini.

Sementara di tempat lain, "Ponselmu." Lugas kalimatnya berkebalikan dengan apa yang tengah ia lakukan.

"Nghhh ... Gab." as usually.

"Yash ... say it again ... dear..."

"Ukh..."

"Nyahhhhh..."

"Ak ... Aku ... Gab!" Nadanya melengking di ujung kalimat menandakan sesuatu di bawah sana berhasil keluar.

Menghela napas terengah keduanya tertawa kemudian. Tawa kecil karena bahagia mereka dapat.

"Keluar di mana ?"

"Luar." Arcadia seolah lega mendengarnya. Sedang Gabriel, ia mencoba paham pada situasi yang ada.

🔸🔸🔸

Penerbangan Berlin ke Barcelona membutuhkan sekitaran lima jam menggunakan Eurowings. Granada menjadi tujuan mereka. Meski berada di tanah kelahirannya, kedua anak manusia tersebut lebih memilih bermalam di salah satu hotel milik keluarga Gabriel yang terletak di sekitaran Calle Escudo del Carmen.

Beberapa bill gates membungkuk saat mengetahui Gabriel dan Arcadia melangkah di lobby hotel. Sejenak berbicara dengan resepsionis yang bertugas setelahnya mereka berdua menuju lift dengan lantai paling atas menjadi tujuannya. Koper berada di bawah urusan bill gates dan dua orang pengawal Gabriel.

Gabriel memiliki setidaknya enam orang yang setia berada di jarak kurang dari sepuluh meter darinya dengan alasan keselamatan. Berbanding terbalik dengan itu, Arcadia bahkan pernah mengancam bunuh diri jika ia tetap diikuti bodyguard kemanapun ia melangkah.

"Setidaknya kamu tahu bahwa dua orang saja sudah membuat mataku risih." Keluh Arcadia saat mereka berdua melangkah masuk kamar disusul bill gates mengantarkan koper dan dua orang body guard yang meminta ijin menjaga di luar pintu.

Gabriel terkekeh, melangkah mendekat Arcadia yang sudah duduk setengah telentang di sofa empuk dalam kamar Suite tersebut, "Setidaknya mereka tetap akan diam saja saat mendengar desahanmu, meski ya ... aku tidak rela." Mempertemukan kedua belah bibir dengan bibir Arcadia, selanjutnya melumat pelan hingga rakus seolah napsu sudah menjadi yang dominan di situasi tersebut.

💙💙💙

404 ERROR (( CERITA TELAH SELESAI )) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang