Mulailah disitu setiap hari orang tua mereka ribut, entah penyebabnya apa.
Saat itu Zaena (anak kedua dari mereke) berusia 6 tahun, Zaena saat menduduki bangku PAUD tidak pernah diantar ke sekolahnya sama ayah maupun ibu nya, setiap pulang sekolah Zaena selalu tidak bertemu dengan ayah dan ibunya, karena ayah dan ibunya bekerja.
Zaena yang setiap harinya hanya dibekali uang 3000, tidak pernah dipakai, ataupun dijajani oleh dia.
Tugas Zaena saat orang tuanya sedang tidak ada dirumah, dia bersih bersih rumah. Sampai ibunya pulang, rumahnya sudah rapih dan bersih.
Ibu Zaena pulang selalu sore, disaat Zaena sedang diajak jalan jalan oleh Zaydan (abangnya).
Terus menerus rumah tangga keluarga itu dihantui keributan setiap harinya.
Saat Zaena menduduki bangku Sd, Zaena diantar oleh ayahnya.
"Waktu itu entah kenapa, aku maunya di temani oleh ayah, sekolah bersama ayah, indah rasanya kalau aku bisa seperti itu dengan ayahku" kata kata yang keluar dari mulutnya tanpa Zaena sadar.
Pulang sekolah, orang tuanya tidak ada, Zaena setiap hari hanya masak Mie Instan untuk makan siangnya.
Dari situ Zaena sadar, orang tuanya memang sudah tak sayang, dan tak perduli lagi dengan Zaena maupun Zaydan.
Saat malam tiba,, keributan orang tuanya terjadi lagi, Zaena yang tidak tahu apa apa, saat itu berceletuk
"Ayah ibu, kenapa kalian ribut terus sih? Kenapa?"
Serentak kedua orang tuanya diam, dan menatap Zaena dengan bingung.
"Kenapa kalian diam? Kenapa? Yah, bu Zaena sudah besar, Zaena pun berhak tahu apa yang keluarga Zaena alami"
Zaena menetesi air mata, lalu pergi ke kamarnya.
Saat disitu ada obrolan penting yang orang tuanya bicarakan ke Zaydan
"Zaena akan tinggal sama ibu, dan kamu akan tinggal sama ayah kamu" kata ibunya
Zaena mendengar kata kata ibunya itu dari balik pintu kamarnya. Abangnya langsung masuk kamar, dengan muka sedih.
"Ibu bicara apa bang? Aku tinggal sama ibu, abang tinggal sama ayah? maksudnya bang?"
"Gak, gak ada maksud apa apa kok dek, sudahya sudah malem tidur gih, besok telat sekolah lohh" kebohongan abangnya
.....
Zaena jalani hari harinya dengan bersekolah.
Hari sabtu pun datang, ayah dan ibunya lagi ada dirumah.
"Asik ngumpul jugaa, yeayy" Zaena yang sangat bahagia
"Kamu ikut ayah ya Nak, ayah mau ajak kamu jalan jalan" kata ibunya
"Serius bu? Ayoo ayah cepat, aku sudah tak sabar" sekali lagi Zaena pun sangat bahagia.
.......
Diperjalanan, ayahnya berhenti disebuah kontrakan kosong, dan bertanya kepada tetangga dimana orang yang punya kontrakan ini, akhirnya diberitahu oleh tetangga, rumah orang yang punya kontrakan itu.
Zaena yang tadinya bahagia tiba tiba diam, bingung apa maksud ayahnya nanya nanya kontrakan kosong.
Setelah itu ayahnya berbicara kepada orang yang punya kontrakan kosong itu, dan sudah selesai Zaena dan ayahnya pulang.
Seperti biasa, setiap malam orang tuanya selalu ribut.
Hari minggu tiba, ibunya diajak oleh ayah ke kontrakan kosong kemarin, pulang dari situ ibunya langsung mengepak pakan pakaian Zaena dan ibunya.
Zaena semakin tidak mengerti yang dimaksud kedua orang tuanya itu apa. Dan ternyata yang dibicarakan ibunya kepada abangnya malam itu benar.
Ayahnya mencari kontrakan untuk tempat tinggal Zaena dan Ibunya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Pelukan Hangat Ayah
Non-FictionDua orang anak yang rindu dengan Keluarga yang utuh, Keluarga yang harmonis
