Past - Jangmi

67 9 2
                                        

"Aku meledak karena amarahku"
- Joo Jangmi-

Seorang pria berparas cantik itu tengah memainkan gitarnya, lembaran-lembaran kertas tercecer dimana-mana. Fokusnya hanya pada gitar dan kertas-kertas itu. "Aduh... kenapa otak gue mentok sih? Pusing" keluhnya. Ia melihat kearah jendela,"Mungkin kalo keluar bentar gue bisa dapet pencerahan." pikirnya.

Ketika ia keluar rumah,hal pertama yang ia lakukan adalah membeli kopi. Setelah membeli kopi, ia duduk dan hendak menyeruput kopinya. Sayangnya belum sempat bibirnya mencicip kopi tersebut, seseorang menumpahkan kopinya dan mengotori bajunya. Tampaknya pria yang berlari terburu-buru itulah pelakunya. Ia mengejar pelakunya secepat kilat hingga benda-benda di sekitarnya melayang tanpa sebab.

Tersadar benda-benda di sekitarnya melayang, iapun segera melempari pelaku penumpah kopinya dengan batu dan Jackpot! Lemparannya tepat mengenai kepala pelaku.

"Eh, lu kan yang numpahin kopi gue?!"

"Tadi gue betul-betul ga sengaja. Maaf." jawab pria itu.

"Oke,kali ini gue maafin. Tapi lu harus gantiin kopi gue. Nama lu siapa?" ucapnya.

"Zhu Xingjie. Lu?"

"Zhou Rui."

Sekarang mereka berada di cafe dimana mereka diam membisu hingga Xingjie bersuara,"Lu lagi nyari agensi?" Rui mengangguk,"Lu tahu kan selama beberapa tahun merantau, gue belum nemu agensi yang cocok sama gue."

Xingjie mendapat ide setelah beberapa saat,"Bagaimana kalo lu masuk ke agensi Gramarie?" usul Xingjie. "Gue bakal dapat apa kalo masuk ke agensi lu?" tanya Rui menantang. "Lu bakal debut sama gue. Gimana?"

"Setuju."

Setelah melewati masa trainee yang cukup panjang, ingin rasanya Rui memutar waktu kembali dan berharap tidak bertemu dengan Xingjie. Ia lelah karena setelah mengikuti acara survival, ia tak kunjung debut. Xingjie baru saja datang setelah belanja sebentar dikejutkan dengan Rui yang berwajah masam.

"Katanya lu janji kita bakal debut. Ini udah setahun gue jadi trainee, mana janji lu?"

"Pihak agensi belum ngasih tau lu?" tanya Xingjie balik.

Rui menggeleng.

"Mereka menundanya."

Matanya membulat,"Apa?! Ditunda?"

Benda-benda di dekat Rui mulai berterbangan karena emosinya. "Please jangan emosi. Gue yakin agensi kita bakal debutin kita." kata Xingjie. Rui menghela napas,"Oke, gue tunggu."

Setelah Rui pergi, Xingjie menelpon Yanchen rekannya yang lain."Yanchen, ada yang mau gue omongin. Cukup ajak Linkai jangan sampe Rui tau." perintahnya.

Di asrama, mereka membicarakan perubahan sifat Rui yang semakin sulit dikendalikan. "Gue pikir kita harus buat dia keluar dari sini." kata Xingjie. "Kenapa?" tanya Yanchen. "Dia terlalu berbahaya." jawab Xingjie datar. Linkai dan Yanchen bingung dengan perkataan Xingjie,"Jelasin apanya yang berbahaya dari dia?" tanya Linkai. Xingjie pun mulai menceritakan kejadian tadi dengan versinya,dengan tambahan sedikit kebohongan dan drama. Dan anehnya, mereka berdua memercayai Xingjie.

"Pokoknya buat dia gak betah disini. Cantik-cantik emosian." kata Yanchen. Tanpa mereka sadari Rui sudah mengupingi mereka sejak tadi. "Kalo mau ngusir gue ngaku aja. Gak usah ngomongin gue kek gini,banci." kata Rui. Mereka bertiga terkejut,"Kenapa? Kaget?" tanya Rui sambil menggerakkan benda di sekitar asrama. "LARIIII!!!" teriak Yanchen.

Terjadilah kejar-kejaran antara Rui dan Xingjie cs. "Kalian gak bakal bisa lari dari gue!" teriak Rui. Terdapat beberapa ruang untuk bersembunyi. "Kita mencar aja. Gue di dapur, Linkai lu di kamar tidur Yanchen. Yanchen lu di kamar tidur Rui." perintah Xingjie.

Rui masih mencari-cari mereka bertiga. Tatapan matanya sangat tajam seolah-olah ingin membunuh. "Dimana kalian?" tanya Rui. "Marco... polo..." panggilnya. Rui tidak menyadari keberadaam Yanchen dan Linkai. "Hmm... keknya mereka ada di dapur." pikir Rui. "Sial. Sekarang dia mau ke dapur. Gue harus cepat lari!" pikir Xingjie.

Ketika ia hendak keluar dapur, ia tak sengaja menyenggol gelas kaca hingga pecah. Sementara itu Rui mendengar suara gelas yang pecah tadi. Rui segera berlari ke arah dapur dan menemui Xingjie yang terhenti melihatnya.

Rui tersenyum iblis,"Disitu lu rupanya,penipu."

"Penipu?"

"Ya, dan dimana dua temen penipu lu itu?"

Xingjie terdiam lalu muncullah Yanchen dan Linkai. "HUBA!" teriak mereka berdua.

"Akhirnya kalian datang juga. Bersiap-siaplah kalian kena serangan gue!"

"Rui! Dengerin gue! Gue tau gue penipu, tapi dengerin gue dulu!" ucap Xingjie tiba-tiba Rui melemparkan kursi dengan telekinesisnya.

"GUE GA BUTUH PENJELASAN DARI LU! SEMUA SUDAH JELAS KARENA LU HANYALAH SEORANG PENIPU!!!"

"RUI! Maafin gue karena gue udah nipu lu." ucap Xingjie,membuat Rui luluh. Semua benda terjatuh tetapi mereka tidak sadar sebuah korek api terjatuh mengenai minyak yang tumpah. Api tersebut menjalar hingga mengenai kompor.

"Lebih baik kita lari!" teriak Xingjie sebelum asrama mereka meledak bersama semua orang didalamnya termasuk Rui.

Tiba-tiba Ahreum membuka matanya dan mendapati temannya tak sadarkan diri.

Tiba-tiba Ahreum membuka matanya dan mendapati temannya tak sadarkan diri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sebentar... tidak biasanya seperti ini. Apa mungkin dia memiliki masa lalu terkelam diantara kami?" gumam Ahreum hingga kepalanya kembali pusing dan jatuh tersungkur.

-Tbc-

Hai! Aku kembali dengan chapter baru. Maaf ya baru update soalnya kuotaku habis dan baru isi *gapenting* 😂

Makasih ya buat kalian yang udah vomment disini. Jangan bosan buat vomment ceritaku.

7 Deadly Sins (Discontinued)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang