1

32 2 0
                                    

Apa yang terjadi padaku? Kenapa mataku sulit sekali untuk terbuka? Ada di mana aku?

"Apa dia belum sadar juga za  "

"Belum dam, seharusnya dia sudah sadar sekarang."

Suara siapa itu? Kenapa suara mereka begitu jelas ku dengar? Apa mereka ada di sekitarku? 

" mungkin nanti malam dia akan sadar. Za kita harus segera ke ruang ugd, ada beberapa orang sedang menunggu kita di sana, ayo"

"Baiklah ayo,"

Ku dengar perlahan ada suara langkah kaki yang menjauh dariku ,apa itu langkah kaki mereka?  Kenapa mereka pergi?  mereka pergi kemana?

Aku berusaha untuk membuka mataku dengan perlahan, sedikit demi sedikit mataku mulai terbuka, hal yang pertama ku lihat adalah langit-langit berwarna putih , di mana aku? Ku edarkan pandanganku yang mampu ku lihat oleh sudut mataku, semua yang ku lihat begitu asing untukku,
Ada di mana aku sebenarnya? Kenapa aku bisa berada di tempat asing seperti ini?

dan pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan di kepalaku hingga membuat  kepalaku rasanya sakit sekali.

Aku menghembuskan napasku untuk mereda rasa sakit di kepalaku, setelah agak ringan aku mulai menggerakan badanku "ahh" aku meringis ingin mendudukkan diriku, kenapa badanku terasa berat dan sakit saat ku gerakan? Sebenarnya apa yang terjadi padaku? "Aah" aku kembali meringis saat merasa kepalaku kembali berdenyut nyeri.

Aku berusaha duduk dengan susah payah, aku mendudukkan diriku sambil memegang kepalaku yang terasa sakit dan berdenyut nyeri, setelah rasa sakitnya sedikit reda, aku mulai mengedarkan pandanganku ke sekitar ku.

Pertanyaan yang tadi hinggap di kepalaku sekarang mulai bermunculan kembali sampai kepalaku terasa sangat sakit hingga aku melihat seseorang memakai kemeja berwarna hitam berlapis jas putih dan celana hitam masuk ke dalam ruangan putih ini

" hei kamu sudah bangun.?" Dia mendekat ke arahku dan tersenyum lebar "syukurlah akhirnya kamu sadar."

Aku hanya menatapnya , suara ini seperti suara orang yang tadi ku dengar, siapa dia , apa dia orang yang bicara tadi ?? Ah kepalaku..

"Apa kamu haus"

Aku melihatnya lagi, haus? Apa itu? Ku lihat  ia mengambil sebuah benda kecil yang berisi dari sebuah benda yang cukup besar yang tidak aku tahu apa namanya,
dia menggenggamnya dan menyodorkanya ke mulutku.

Aku menelan isi dari benda itu dengan ragu dan setelah kutelan rasanya sangat segar aku kembali menelannya hingga tersisa setengah. Aku kembali melihat dia yang sudah memberiku benda menyegarkan itu,

Dia kembali tersenyum saat melihatku menatapnya, kenapa dia suka sekali tersenyum.
" apa kamu merasa lebih baik?" Ucapnya

Aku hanya menatapnya, aku tidak tahu apa yang harus ku katakan padanya , akhirnya aku hanya menganggukan kepalaku saja,

" baguslah kalau begitu.sekarang beri tahu saya apa yang kamu rasakan saat ini dan mana bagian tubuh kamu yang terasa sakit."

Aku hanya diam dan menunjuk kepalaku perlahan dengan tanganku  "ahh" aku kembali meringis saat ingin menunjuk bagian belakangku

"Apa kepala dan tubuhmu terasa sakit?"

Aku mengangguk. Ini bukan hanya sakit tapi sangat sakit

"Apa tadi kamu duduk sendiri? "

Aku kembali mengangguk. Dia terlihat kaget dan terlihat khawatir  "pasti Tadi  sangat sakit, kenapa tidak memanggil suster ?" ucapnya sangat lembut

Suster? Siapa suster? Aku sungguh bingung sebenarnya siapa orang ini. ah ini semakin membuat kepalaku semakin sakit.

" Heh dia sudah sadar za,? " tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan ini, dan berlari kearah kami
" kapan? tadi waktu kita ke sini dia belum sadar bukan?  "
dia melihatku yang juga sedang melihatnya, dia tersenyum padaku

"Aku juga kurang tahu, saat aku datang dia sudah dalam keadaan seperti ini "jawab orang yang datang lebih dulu sambil menggerakkan tangannya keatas dan kebawah ke arah ku,

"Duduk seperti ini? " tanya orang itu dan melihatku seperti tidak percaya,

Si orang pertama mengangguk , aku tidak tahu siapa mereka jadi aku menyebut mereka orang pertama dan orang ke dua, orang pertama adalah orang yang pertama yang ku lihat dan orang ke dua adalah orang kedua yang ku lihat

Mereka melihatku dan aku melihat mereka bergantian, si orang kedua menatapku "apa benar kamu bangun dan duduk sendiri? "

Lagi-lagi yang ku lakukan hanya mengangguk

"Apa badanmu tidak merasa sakit saat tadi kamu bergerak? "

Aku tidak menjawab pertanyaannya ,tentu saja sangat sakit.

"Pasti dia sangat kesakitan saat duduk, tadi saja saat bergerak dia meringis sakit "

" benarkah? Kalau begitu kita harus periksa semuanya"

Mulutku terasa kering,aku ingin sesuatu yang ada di benda tadi, itu sangat segar. "A.ak.aku ingin itu lagi"tunjukku pada benda kecil yang ada di di atas benda yang menurutku agak besar
Orang pertama dan orang kedua bertatapan saat aku berucap " tolong mulut dan tenggorokanku sangat kering," aku mengusap leherku " a..aku ingin sesuatu yang ada di benda kecil itu, itu sangat segar"

Mereka kembali bertatapan namun kemudian orang pertama memberikan yang ku minta.dia juga membantuku agar aku bisa menelan isi dari benda itu.

"Kenapa kamu menyebut gelas dengan benda itu dan kenapa kamu menyebut air dengan sebutan sesuatu " orang kedua itu bertanya dengan mata menyipit setelah aku selesai menelan isi di benda kecil itu dan orang pertama meletakkan benda itu kembali

Aku melihatnya sejenak dan bergumam sendiri  "jadi benda itu namanya gelas, dan sesuatu yang ku telan itu namanya air " aku melihat orang pertama yang sedang bertatapan dengan orang kedua lalu keduanya melihat kearahku dengan tatapan yang tidak ku mengerti

"Apa kamu tahu ini apa?" orang kedua kembali bertanya dengan benda kecil ~ lebih kecil dari gelas~  di tangannya di apit oleh telunjuk dan jempolnya yang ia ambil dari saku yang orang kedua itu pakai

Aku menggeleng, karena aku memang tidak tahu apa benda itu , " kamu tahu siapa kamu? " orang pertama bertanya " siapa nama kamu? "

Aku?  Siapa aku? Siapa namaku? "Ahh" aku meringis kembali, mataku terpejam menahan sakit dan nyeri yang tiba-tiba kembali menyerang kepalaku , "ahh" ringis ku. kenapa kepala ku sangat sakit dan berdenyut nyeri seperti ini saat aku berpikir dan bertanya pada diriku sendiri, sebenarnya apa yang terjadi padaku " ahhh sakkiit" ringisku sangat kesakitan, kenapa semakin aku bertanya dan berpikir kepalaku semakin sakit dan nyeri.

" hei hei hentikan, " orang pertama memegang tanganku yang mencengkeram kepalaku , kepalaku rasanya sangat sakit sampai akhirnya perlahan aku tidak merasakan apa pun lagi dan semuanya gelap.

..****..

Halo readers..
Apa kabar .. aku cuma mau bilang .. semoga kalian suka yaa sama cerita yang aku buat ini..
Dan jangan di baca kalo gak mau.. 😊

Salam senja

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 17, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

menanti cahaya senjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang