SUMMARY
Selama ini belum ada satu orang wanita yang dapat mengisi ruang hatiku yang kosong selama 26 tahun ini.
Hingga akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita yang memiliki rambut berwarna merah muda.
Dengannya aku merasa bebas dan berbeda, aku bisa menjadi diriku yang apa adanya hanya bersamanya.
Hanya bersamanya aku berbeda.
Hanya dengannya. Haruno Sakura.
***
Pagi ini aku berangkat menuju kantor ku menggunakan kereta, entah kenapa aku sangat ingin berangkat menggunakan kereta, meskipun setelah sampai aku harus berjalan lagi untuk sampai di kantorku. Bodoh memang, tapi aku tidak peduli.
Aku berjalan dengan menjinjing tas kantor di tanganku, dan mulai berjalan masuk kedalam stasiun yang ramai oleh banyak orang.
Saat aku sudah berhasil memasuki kereta, aku memutarkan kepalaku ke kanan dan kiri-ku untuk mencari tempat kosong, namun ternyata seluruh kursi sudah penuh, tidak tersisa satu pun. Aku pun terpaksa berdiri.
Ketika aku mengedarkan padanganku di penjuru gerbong kereta yang kumasuki, aku melihat kejadian yang menurutku sangat menarik. Seorang wanita muda yang tengah membaca bukunya tiba-tiba saja berdiri dari tempatnya dan mempersilahkan seorang wanita lanjut usia untuk menduduki tempatnya.
Dan wanita muda tersebut sangat cantik dan unik menurutku. Dengan rambutnya yang berwarna seperti bunga kebanggan Jepang, Bunga Sakura dan wajahnya yang tak terpoleskan oleh makeup sedikit pun membuat wajahnya semakin bersinar.
Tanpa sadar aku menatap wanita merah muda tersebut terus menerus hingga wanita tersebut berjalan keluar dari gerbong kereta, meninggalkan-ku dengan rasa penasaran terhadap wanita tersebut.
Dan tanpa sadar juga aku telah sampai di stasiun tujuanku. Aku menunggu para penumpang yang lain untuk turun terlebih dahulu dariku, agar aku tidak perlu berdesakan dengan para pengguna kereta lainnya.
Aku sampai di kantor-ku dan segera menuju lift khusus untuk-ku. Jujur saja, dari tadi hanya ada wanita merah muda yang kutemui di kereta tadi yang berada di pikiranku.
Saat tengah sibuk dengan berkas-berkas di atas meja pun aku masih tetap memikirkan wanita yang ku lihat tadi. Aku memijat pelipis ku sambil mengerutkan keningku. Kurasa aku akan lembur malam ini.
Tapi sungguh aku tidak menyukai lembur untuk kali ini, karena aku tidak membawa kendaraan hari ini. Dan seketika aku menyesal karena tidak membawa kendaraanku.
Tapi, jika aku membawa kendaraanku pagi tadi, aku tidak akan bertemu dengan wanita merah muda di kereta pagi tadi. Seketika pula aku tersenyum ketika mengingat wanita merah muda tersebut. Senyumnya yang manis serta wajahnya yang cantik.
Gila. Aku bisa gila jika terus memikir'kan wanita itu. Aku memutuskan untuk tidak jadi melembur malam ini, dan segera merapih'kan barang-barang ku.
Saat aku mulai memasuki gerbong kereta, tanpa sengaja aku menabrak seorang wanita yang ternyata wanita merah muda yang ku lihat pagi hari tadi. Am I lucky?
Aku menjulurkan tanganku untuk membantunya bangkit berdiri. Aku sendiri pun bingung, kenapa aku mau menolongnya? Yang bahkan aku tidak pernah menolong orang yang pernah ku tabrak sekali pun. Am I crazy?
"Maaf."
Aneh. Ini aneh, aku tidak pernah meminta maaf sebelumnya, dan apa ini? Aku meminta maaf pada seseorang, terlebih dia itu perempuan.

KAMU SEDANG MEMBACA
All About Oneshoot.
FanfictionKumpulan OneShoot SasuSaku!!! Warning!! If you don't like it, just don't read this pages... I'm warning you guys!! Glouriousa~ Oneshot!!! XoXo