1. Apa?

29 5 5
                                        

Author's Pov

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Author's Pov

Pagi itu, Ara sedang asik berkutat dengan bunga bunga yang ia rawat sejak kecil di taman belakang rumahnya.

Yah... Ara memang menyukai bunga sejak berusia 6 tahun, ia menyukai bunga karena menurutnya bunga itu cantik dan wangi.

Sejak kecil ia terus menerus mempelajari macam macam bunga. Mulai dari jenis bunga, warna bunga, dan lainnya.

Menurut orang orang di sekitarnya. Ara pandai dalam merawat bunga. Ia sangat telaten menyirami bunga bunga nya setiap hari dan merawatnya setiap saat.

Yap, seperti sekarang ini.

Ia masih saja berjongkok didepan bunga Aster berwarna putih kesayangannya. Ia menyiramnya dan mengajak bunga itu berbicara.

Sekarang author tahu mengapa orang orang kadang menyebutnya orang gila. Haha.

"Hei, Alice. Apa kau sudah merasa cukup segar sekarang?" ucap Ara kepada bunga yang tumbuh cantik didepannya

Hei, jangan heran. Ara memang memberi nama kepada semua bunganya. Hebatnya, ia bisa menghafal seluruh nama bunga-bunga nya itu.

Ara tersenyum sambil memandangi Alice yang bergoyang karena tertiup angin.

"Hei, bodoh. Kau, sampai kapan akan mengajak bicara benda mati itu?" suara seseorang dari arah dalam rumah nya

"Yaaa! Wong bodoh Yukhei! Bisa kah kau tidak mengganggu ku sehari saja?" Ara berdecak kesal setelah mengetahui siapa yang mengganggunya.

Ya, Yukhei. Dia tetangga sekaligus sahabat dekat Ara

"Hm, aku tidak bisa hidup tanpa mengganggu mu" ucap pria bermarga Wong itu dengan santai lalu berjongkok disamping Ara.

"Tsk, menyebalkan!" Ara mendengus kesal dengan pernyataan Yukhei, atau panggil saja Lucas.

"Hei, aku hanya bercanda. Santai saja" ucap Lucas yang kini tengah menampilkan deretan gigi rapi nya.

"Sama saja, bercanda atau tidak. Kau sama sama menyebalkan" Ara mengalihkan pandangannya kepada Lucas

"Eumm... Luke, apa kau benar benar akan pindah dari sini?" tanya Ara. Yah, sebelumnya Lucas pernah mengatakan pada Ara bahwa ia akan pindah dari kota Seoul.

Lucas menghela nafas pelan "Ya.. Keputusan kami sudah bulat, sebenarnya kami juga tidak mau meninggalkan tempat ini. Tapi apa daya.. Papaku mendapat pekerjaan kembali ke HongKong." jelas Lucas.

Ara terdiam, bagaimana bisa Lucas yang selama ini selalu menemaninya akan pergi meninggalkannya begitu saja?

Lucas yang menyadari Ara melamun pun melambaikan telapak tangannya didepan wajah Ara.

"Kenapa kau melamun?" Lucas sedikit menggoyangkan bahu Ara.

Ara pun tersadar dari lamunan nya

"Ah, tidak ada. Hanya saja.. Ah lupakan!" sebenarnya Ara tidak bisa jauh dari Lucas. Seberapa besar menjengkelkannya Lucas, Ara tidak bisa berbohong bahwa ia sangat menyayangi Lucas sebagai sahabatnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 06, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SPRING BLOSSOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang