Setelah pertandingan melawan Seirin beberapa waktu lalu, Seijuuro melancarakan keinginannya untuk mendekati pemuda bersurai coklat, Furihata Kouki. Bagi Seijuuro, Furihata termasuk pemuda yang unik dan menarik. Dan terima kasih kepada Furihata Kouki, kini wajah lucu makhluk bersurai coklat tersebut tak hilang dari pikirannya.
>>><<<
"Apa Kouki sudah pulang?" tanya Seijuuro pada salah seorang siswi Seirin yang lewat.
Wajah siswi tersebut memerah. Bagaimana tidak, wajah Seijuuro yang kelewat tampan membuat para wanita jadi salah tingkah. Tak hayal juga bagi si siswi tersebut. "Furihata-kun... Aku tidak melihatnya, Kau bis-" belum selesai siswi tersebut bicara, Seijuuro segera meninggalkan siswi tersebut karena sosok si surai bumi yang di carinya tertangkap netra dwi warnanya.
"Kouki." panggilnya dengan suara yang berat yang khas, membuat si pemilik nama menoleh dengan cepat. Ah, wajah itu yang Seijuuro sukai. Wajah gugup dan memerah itu yang membuatnya mengejar Si surai coklat dengan langkah tegas dan mantap.
"A-a-a-a-akashi-san? Ke-ke-kenapa ada disini?" Kaki si surai Coklat dibawa mundur perlahan. Lawan bicara malah semakin mendekat. Furihata ingin menangis saat itu juga.
"Aku mencarimu. Tidak, aku menunggumu. Boleh ku katakan aku merindukanmu?" tangannya memegang pergelangan tangan Furihata. Wajahnya mendekat. Furihata terpaku. Sekali lagi batinnya berteriak Kaa-san tolong aku!.
Wajah Furihata memerah. Malu iya, takut juga iya. Katakan, siapa yang tidak takut pada singa tampan yang tiba-tiba datang di tengah sore yang cerah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan langsung menyerangmu dengan menahan pergelangan tanganmu?! Terlebih lagi dia baru saja mengatakan dia merindukanmu di tengah halaman sekolah!
Furihata terpaku. Seluruh tubuhnya membeku. Manik coklat buminya hanya bisa menunduk menghindari kedua netra dwi warna yang mempesona itu.
Tangan Furihata ditarik meninggalkan halaman sekolah. Furihata hanya bisa pasrah saat dirinya dituntun masuk kedalam mobil Seijuuro dan mengabaikan bisik-bisik yang masuk di telinganya saat melewati halaman sekolahnya. Ah, Malang sekali nasibnya. Siang tadi tidak kebagian sandwich daging asap edisi terbatas dan sekarang ia terjebak dengan tuan muda tanpa bersurai merah yang sedari tadi selalu tersenyum aneh menatap dirinya.
Furihata ingin turun saja dari mobil dan berguling ke pingir trotoar.
>>><<<
Mereka sampai disebuah mension yang cukup luas, tampak ada taman dan tempat bermain basket disana. Tangan Furihata bergetar gugup, biarpun ini bukan pertama kalinya ia berada di sini, tapi tetap saja. Aura mansion ini begitu megah, berkelas dan— intimidatif. Kaki Furihata mengikuti langkah si tuan muda penunggu mansion ini dalam diam, sesekali melirik kiri dan kanan ke area dimana mereka lewati. Sampai pada saat netra bumi Furihata terkunci pada lapangan basket di sisi kiri bangunan mansion. Furihata meneguk ludahnya gugup. Keringat dingin di dahinya jatuh bergulir melewati garis pipi dan rahangnya. Dirinya sedikit bergetar. Bukan karena takut, tapi lebih ke euphoria dan antusiasme. Mengingat saat ini Furihata menjalani ujian semesternya, dan kegiatan klubnya di berhentikan sementara, Furihata harus berpuasa memainkan bola bundar oranye itu. Singkatnya, ia ingin bermain basket begitu netra buminya menangkap lapangan kosong tersebut.
Seijuurou menyadari Furihata yang tampak ingin bermain basket, "Kau ingin bermain basket, Kouki? Aku bisa menemanimu bermain basket."
Manik bumi Furihata berkilat berbinar
“Tapi, ada persyaratan.”
Furihata meneguk ludahnya dalam kegugupan. Persyaratan apa? Benaknya berputar-putar memikirkan persyaratan apa yang di inginkan tuan muda di depannya ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Is it Love?
RomanceTangan Kouki ditarik meninggalkan halaman sekolah, dipaksa masuk kedalam mobil Seijuuro. Ah, Malang Kouki, akan di apakan dirimu oleh si singa yang lapar itu? Hanya Author yang tahu. KUROKO NO BASKET © FUJIMAKI TADATOSHI AKASHI SEIJUURO X FURIHATA K...