aku yakin kalian baca nya jijik:(
aley baru sampe rumah jam set 9.
begitu masuk rumah, dia ngerasa jantungnya seolah-olah jatuh.
dia membeku.
vas bunga udah pecah dan berserakan dilantai. dia liat kedua orang tuanya bertengkar.
mungkin, kedua orang tuanya ga sadar sama keberadaan aley.
aley yakin abangnya dan adeknya belum pulang.
aley mendekati kedua orang tua nya ketika papa nya menampar mamanya sendiri didepan aley.
dengan mata berkaca-kaca aley menatap mata papa nya. posisi dia ditengah.
"papa apaan sih?!"
"minggir kamu!"
"papa gausah tampar ma–"
plak!
aley menoleh kekiri. pipi nya terasa begitu panas dan perih.
"mama masuk kamar aley aja gih, aley mau ngomong sama papa" kata aley sambil menatap mamanya.
mama nya menggeleng, aley menghela nafas pasrah ketika orang tuanya lanjut bertengkar.
aley ga sengaja ke dorong sama tangan mamanya. sehingga telapak kaki kanannya mengenai pecahan kaca.
aley udah ga peduli. dia keluar rumah dengan kakinya yang bercucuran darah.
dia memakai sendal, berniat untuk pergi ke taman kompleknya. dia papasan sama ryujin yang baru pulang.
"lho? kakak ko nangis?"
aley senyum terus ngegeleng. "kamu pergi aja ke rumah kirin atau siapa gitu. keadaan rumah lagi kacau"
ryujin mengerti. ryujin memutuskan untuk ke rumah kirin. ryujin sama semua sahabatnya aley itu deket.
aley ngedenger pecahan lagi didalem rumahnya. dia tutup mata dan telinganya.
aley lari sekuat mungkin.
✨🤘🏻
aley sekarang lagi duduk dibangku taman. udah jam 10.
aley mengangkat kaki kirinya dan melihat darah yang mewarnai kaos kakinya.
aley meringis. merasa sakit.
tapi dia memilih untuk ga peduli sama lukanya walau terasa sangat nyeri.
mungkin lukanya dalam.
aley nangis. cuma itu yang dia bisa. tangisan nya mendera begitu kencang. untung aja taman udah sepi.
aley sesengukan. dia ambil hpnya.
gue harap lo belum tidur –aley
"halo ley?"
"l–lu, dimana?"
"dirumah lah"
"d–deket kan k–ke taman? komplek kita kan deket"
"ohh, iya. deket banget malah"
"bisa kesini? sekarang"
"lho? kenapa? ko suara lu kek abis nangis?"
"gue mohon, kesini sekarang!"
