Hidup itu seperti Alat olah raga lari
Alat itu sebagai waktu
Dan kita sebagai pelari
Waktu senantiasa selalu berjalan
Dan kita harus terus berlari
Waktu takpernah sedetikpun berhenti
atau sekedar istirahat, untuk mengambil ancang ancang, mungkin
Alat itu stabil,
Tak pernah melambat ataupun cepat
Jadi, kita yang seharusnya berlari lebih kencang darinya, jika kita mau bersantai santai sambil menunggu, atau
Minimal kita harus menyamai kecepatannya,
Agar tidak tertinggal, atau malah sampai tidak bisa menyusulnya kembali,
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Depresiku
Non-FictionBukan seorang wanita yang pandai berkata kata Hanya seorang wanita yang pandai merangkai kata 08
