2. Di Seattle....

17 0 0
                                    

Aku sampai di rumah sebelum Chris datang, dan itu adalah sebuah kemujuran bagiku, karna kalau aku datang setelah Chris , pasti aku akan diinterogasi oleh Chris seharian penuh...

Aku merebahkan tubuhku di sofa hijau, melepas segala kegundahan dan kegalauanku... Membuat segelas iced lemon tea untukku... Seketika Chris  datang dengan sedan tua dongkernya...

"Kau sudah pulang, sweetheart!" Chris menyapaku yang sedang meneguk iced lemon tea di sofa hijau

"Kau bisa lihat sendiri!" aku kurang menggubrisnya, kali ini aku yang tidak suka caranya berbasa-basi.

"Bagaimana dengan pengalaman hari pertamamu?" tanyanya yang sedang menaruh kuncinya di sebuah kantong di belakang pintu kamar...

"Biasa saja, aku hanya mengulang pelajaranku di Pattison" kataku yang masih asik dengan lemon teaku...

Kali ini Chris  menyerah, sekarang ia tidak mengusikku... Ia masuk ke dalam kamar dan membiarkan aku menikmati kesendirianku di ruang keluarga... Hanya butuh sedikut bersantai, aku langsung go to my room...

Aku membiarkan tasku tergeletak di atas kasur.... Tanpa basa-basi aku melesat ke kamar mandi, mencegah agar bau tubuhku tak mengusikku...

Aku sudah siap dengan baju biru tanpa lengan, dan levis hitam 7/8, aku segera merapikan kamarku dan tempat tidurku... Merebahkan badanku, agar dapat mengistirahatkan tubuhku dari lelah yang menerpaku... Dan memang tak terasa dalam hitungan detik aku sudah memasuki alam mimpiku...

Alarmku berbunyi tepat pukul 7 pagi, sinar matahari Seattle tak lagi menyambutku seperti kemarin, dan ternyata Seattle sedang di tutupi oleh awan-awan putih tebal, baiklah  cuaca kali ini tidak cukup bersahabat.

"Flo!" Chris memanggilku dari bawah...

Oh Tuhan, aku lupa membuat sarapan untuknya, dan 30 menit lagi ia akan berangkat ke kantor, aduh bisa-bisa aku 'dipecat jadi anaknya'.

Aku bergegas mandi, dalam waktu kurang dari 10 menit dan dengan kaus grey lengan pendek dan levis coklat dibawah lutut, ku lihat ia memasang muka jengkelnya padaku, ya ini salahku... benar salahku... seharusnya aku menyetel alarm lebih pagi

"Sorry Dad" aku merunduk berjalan ke arah dapur, yah sudah kubilang jika aku tak bisa mengespreksikan secara detail, jadi aku lakukan yang bisa kulakukan...

"What time is it Now?" ia kelihatan menekan pertanyaannya, aku tahu bahwa pekerjaan sudah menjadi nomor 1 baginya...

Tanpa berbasa-basi lagi aku mulai membuat 'mushroom ravioli' yang dulu pernah di ajarkan Madam padaku...

Ia tampak sangat terburu-buru memakan masakanku, bahkan lebih cepat dari kemarin, tanpa mencium keningku ia pergi seraya berkata "Terima kasih sarapannya, walau terlambat"

Kata-kata terakhir dalam kalimatnya membuatku jengkel pada Chris, seharusnya ia bersyukur aku membuatkannya sarapan, tapi ia malah menyindirku...

Pagi ini raut kekesalan terpancar begitu besar daripada kemarin, hari ini merupakan hari terburukku... Pagi-pagi aku di berikan pemandangan mendung yang menutupi cahaya matahari kesukaanku, di tambah sindiran oleh Chris karna telat membuat sarapan... Huuh apakah akan lebih buruk dari ini...

***

Aku keluar dari truck usangku sambil mendengus, benar saja ini merupakan 'Bad Day for me', karna hari ini aku harus ke Gymnasium karna harus mengikuti kegiatan berolahraga, aku paling benci pelajaran ini, karna aku sadar bahwa aku bukanlah ahlinya...

Aku berjalan gontai ke gymnasium, berusaha untuk pasrah... mengganti bajuku dengan pakaian yang telah di tentukan, aku kelihatan lebih pucat, sebenarnya secara keseluruhan dulu di Pattison aku menguasai segala bidang, kecuali yang satu ini, aku tak pandai melakukan pemanasan, senam, apalagi kalau aku berolahraga, mungkin di mata para guru adalah nol

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 18, 2014 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DestroyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang