1. Zhong

32.6K 603 89
                                        

Aku terduduk di sofa menghela nafas. Apa yang aku lakukan semalam dengan Renjun selalu berputar di otakku. Aku masih ingat di tiap sentuhan tangannya yang menyentuh seluruh kulitku. Semua ini garagara kak Taeyong.

Tapi mungkin aku harus berterimakasih karena, i like it. Really.

Aku tidak tau kalau rasanya akan se'nikmat' itu. Yang aku dengar dari Hani tidak senikmat itu waktu pertama kali.

Tapi?

Oh tidak. Apa ini yang namanya kecanduan. Aku mengakui dari dulu cuma main kiss kiss panas saja dengan teman-temanku. Tapi Renjun? OH GOD. Dia membuatku gila.

Sebuah tangan melingkar di leherku dengan lembut. "Morning dae" ucap Haechan membuatku mendongak.

Cowok itu sudsh rapi dengan jidat yang iya pamerkan. Ah iya dia harus berangkat ke kampus.

"Gimana semalem?" Tanya Haechan, melepas tangannya lalu duduk di samping Daera.

"Lo fikir?" Tanyaku, Haechan terkekeh.

"Ya gimana sih lemot anat kalian berdua. Gue sikat baru tau rasa tuh si Renjun"

"Dih. Dikira gue mau main sama lo?" Balas Daera. Haechan tersenyum.

"Permainan gue lebih panas sih kalau lo mau." Bisik Haechan.

"Chan yuk berangkat." Ucap Jeno, Haechan mengangkat alisnya menatapku.

Sebuah tangan terulur mengacak pelan rambutku, its Renjun hand.

"Berangkat dulu ya sayang." Ucap Renjun. Aku meleleh. Sangat.

*

Siang hari aku sudah membereskan kamar bang Taeyong yang memang menjadi tugasku sebagai adiknya. Kamar bang Taeyong bersebelahan dengan bang Yuta yang termasuk kamar utama. Aku berpapasan dengan bang Yuta yang mungkin pulang kerja.

"Hai dae." Sapa Bang Yuta aku tersenyum. Biasanya Bang Yuta pulang kerja dengan wajah yang cukup masam dan galak. Tapi berbeda hari ini. Apa bang Yuta menemukan gadis lagi? Tapi tumben ia tidak membawanya pulang.

Sebelum aku turun. Aku berpapasan dengan adik kesayanganku, bukan adik yang kandung. But my lil bro di kosan ini.

"Chen.." dia melewatiku begitu saja. Tidak menatapku sama sekali, hanya melewatiku. Jisung mengulum senyumnya saat bertatapan denganku. Aku melempar kode bertanya pada Jisung. Tapi Jisung menggeleng.

Aku memijat pangkal hidungku. Apalagi masalah yang harus aku selesaikan?

Aku berbalik berjalan kearah kamar Chenle. Aku mengetuknya pelan. Tidak ada jawaban, aku dengan lancang masuk kedalam kamar. Chenle duduk di kursi belajarnya membelakangiku.

"Apa aku ada salah?" Tanyaku pada Chenle, dia tidak menjawab.

"Chenle, apa salahku?" Tanyaku lagi, dia masih diam. Aku berjalan mendekatinya. Memegang dagu Chenle mengarahkan pandangannya padaku. Tapi dia malah menatap kearah lain.

"Bahkan kamu tidak mau menatapku?" Tanyaku lagi. Chenle tetap diam. Aku menghela nafas.

"Zhong Chenle, jawab aku."

"Kamu berhubungan dengan Kak Renjun! Kamu fikir aku tidak sakit?" Ucapan Chenle membuatku tersadar, cowok didepannya masih menyimpan rasa padanya.

"Chenle.."

"Aku tau kakak gak mungkin suka sama aku. Tapi? Harus banget semua anak kos tau kalau kakak dan kak Renjun? Hah. Bahkan aku tidak kuat untuk mengatakannya." Chenle frustasi. Oke aku tau. Tapi? Dia sudah berjanji untuk tidak menyukaiku kan?

NCT Slut 21+ [ MATURE ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang