Ternyata, aku cukup tak tahu diri untuk terus berdiam diri di sini.
Menunggu kamu datang lalu kembali menggenggam aku seperti layaknya masa lalu.
Harusnya, aku tahu, bahwa kamu memang bukan lagi untuk aku.
Harusnya, aku mengerti, bahwa kata perpisahan itu sudah mewakili.
Harusnya aku mengerti, bahwa dia memang tak menginginkan lagi.
Harusnya..
Harusnya, aku sadar diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Tanpa Suara
DiversosJika aksara dapat menyampaikan rasa dengan begitu apiknya, maka aku akan membenahi kata untuk kamu baca.
