Warn :
Sebagian chapter ini mengandung konten dewasa. Bagi yang merasa kurang nyaman atau belum cukup umur, silahkan tinggalkan chapter ini, terima kasih.Suasana di dalam mobil menjadi panas. Pria itu tak henti hentinya menghisap bibir milik winwin. Sedangkan winwin hanya bisa menutup kedua matanya rapat rapat. Ia ingin melawan, tapi tubuhnya terasa sangat lemas.
Merasa bosan dengan kegiatan menghisapnya, pria itu menggigit bibir bagian bawah winwin. Membuat winwin reflek membuka mulutnya.
"Akh!"
Kesempatan tersebut digunakan pria itu untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut winwin. Mengabsen deretan gigi rapi tersebut. Selanjutnya, lidahnya digunakan untuk menyentuh langit mulut winwin, serta mengajak lawannya perang lidah.
Winwin sedikit berontak, ia memukul pelan dada bidang sang dominan. Nafasnya mulai tersendat, meminta si pria melepaskan ciumannya untuk menghirup oksigen.
Saliva mulai bergelantungan di bibir keduanya saat pria itu melepaskan ciumannya. Winwin merasa bibirnya perih dan kebas.
Winwin kira pria itu akan membebaskannya sekarang, tapi dugaannya salah! Baru sebentar winwin menghirup oksigen, tangan kekar pria itu mulai menggerayangi leher mulusnya. Membelainya, menciumnya, serta menggigitnya sehingga menimbulkan bercak merah kebiruan di leher winwin.
Setelah puas bermain di leher mulus winwin, tangan pria itu menyingkap baju yang winwin kenakan. Hal itu membuat winwin membulatkan kedua matanya.
"A-apa yang kau lakukan?!"
Tidak menjawab pertanyaan winwin, tangan pria itu mulai memainkan puting bewarna pink tersebut. Mencubit serta menariknya, sehingga membuat pemiliknya kelepasan mendesah.
"Ngghh"
Desahan tersebut membuat sang dominan semakin tergoda untuk menghisap puting bewarna pink tersebut. Pria itu mulai menempelkan mulutnya di puting winwin, menghisap serta sesekali menggigitnya karena gemas.
Winwin merasa putingnya perih dan juga sedikit geli. Dia menggigit bibirnya kuat kuat agar tidak kelepasan mendesah, namun gagal. Desahan keluar begitu saja dari mulutnya.
"Aahh!"
Selanjutnya pria itu mulai melepaskan semua pakaian yang dikenakan winwin, membuat tubuh mulus itu terekspos dan membuat si pria semakin tergoda untuk segera menggenjot lubang lawannya.
Winwin hanya pasrah ketika pria itu mulai mencium dan meninggalkan tanda di bagian perutnya. Air mata mulai tergenang di mata indahnya. Winwin tidak punya tenaga sama sekali untuk berontak.
Lagi lagi winwin mendesah ketika pria itu mengelus serta menjilat paha bagian dalamnya.
"Euunghhh!"
Terakhir, sebelum memasukkan penisnya ke dalam lubang milik winwin, pria itu melepaskan celana miliknya. Selanjutnya, pria itu memaksa winwin untuk menungging.
"Menungginglah" titahnya.
Winwin menggeleng keras. Membuat si pria geram dan menampar paha dalam sang subsimive sehingga membuat pemiliknya mengerang kesakitan.
"Akh! Hiks" air mata yang sudah menggenang di mata indahnya mulai turun membasahi pipinya.
"Cepat lakukan apa yang aku suruh!"
Dengan perlahan winwin mengubah posisinya menjadi menungging. Tak ada yang bisa winwin lakukan selain menangis. Sementara si pria memegang erat pinggul winwin dan mulai memasukkan penisnya ke dalam lubang bewarna pink tersebut.
Winwin meringis ketika ujung penis pria itu berada di dalam lubangnya. Rasanya sangat sakit.
Pria itu mengeram pelan, lubang lawannya ini begitu sempit. Sehingga membuatnya kesulitan untuk memasukkan penisnya.
"Ergh! Sempit sekali" gerutu pria itu. Karena geram, dia mendorong paksa penisnya hingga sepenuhnya masuk ke dalam lubang winwin.
"AKKHHH!" winwin berteriak kencang. Ini benar benar menyakitkan! Ia merasa lubangnya robek.
Pria itu menggenjot lubang winwin dengan brutal. Menumbuk titik nikmatnya berkali kali hingga membuat winwin tak henti hentinya mendesah. Lubangnya kini terasa lengket akibat sperma yang dikeluarkan si pria.
Di tengah permainan tersebut, winwin benar benar kehilangan tenaganya, matanya terasa berat. Pandangannya mulai kabur dan sedetik kemudian gelap.
---
Winwin mengerjapkan matanya, perlahan bangun dan mendapati tubuhnya ditutupi oleh selimut. Seluruh tubuhnya terasa sakit, pandangannya menatap ruangan yang bercat serba putih.
"Dimana aku?" Gumamnya.
Rasa bingung winwin bertambah ketika mendengar suara pintu terbuka, lalu muncul seorang pria yang kini menghampirinya dengan raut wajah khawatir.
"Kau tidak apa apa?" Tanyanya.
"Huh?"
"Maafkan aku. a-anggap saja yang kemarin itu tidak pernah terjadi" kata pria itu dengan nada bersalah.
Winwin mengernyitkan dahinya, masih tidak mengerti maksud dari perkataan pria di depannya.
"Maksudmu?"
Namun sedetik kemudian winwin tersadar. Jadi dia pelakunya? Winwin bisa melihat raut wajahnya dengan jelas sekarang. Tangannya mengepal erat dan menatap benci pria di hadapannya.
"Kau!" Winwin tidak bisa melanjutkan perkataannya. Sejujurnya, winwin sangat ingin meluapkan emosinya kepada pria ini, namun ia tidak bisa, bukan makian yang keluar dari mulutnya, melainkan isak tangis.
"Maafkan aku, oke?"
"Dengarkan aku. Mm.. Namaku nakamoto yuta, jika terjadi apa apa kau bisa datangi apartment ku, letaknya tidak jauh dari tempat kemarin"
Winwin hanya menatap pria itu—yuta, dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
---
Sebulan kemudian
Pagi ini perut winwin benar benar mual. Berkali kali ia memuntahkan isi perutnya di toilet.
Winwin tidaklah bodoh untuk mengetahui gejala yang tengah di alaminya. Ia tau apa yang saat ini tumbuh di dalam perutnya. Seminggu yang lalu, saat benda berbentuk pipih itu menunjukkan hasilnya.
Dua garis, positif.
Di saat itu juga winwin teringat perkataan yuta, pria yang telah merusak dirinya malam itu. Ia mendatangi kediaman yuta. Namun hasilnya adalah, apartment pria itu kosong, yuta seakan hilang ditelan bumi.
Winwin hanya mempunyai dua pilihan saat ini; yang pertama adalah mempertahankan janinnya dan membiarkannya lahir ke dunia. Yang kedua adalah melenyapkannya dan kembali hidup normal.
"Haruskah aku memilih pilihan kedua?"
.
.
.END
Note : :)

KAMU SEDANG MEMBACA
Ruin My Life •yuwin•
FanfictionAwalnya kehidupan winwin baik baik saja. namun tidak ketika malam itu datang, malam dimana hidupnya dirusak oleh pria yang tidak dikenalinya. [ TwoShot ] BXB CONTENT! Don't like? Then don't read it!