Happy Reading
*:・゚✧ *:・゚✧ *:・゚.✧ *:・
Suasana kelas tidak lagi kondusif, seluruh siswa mulai merasa penat setelah hampir 8 jam menerima pelajaran dari guru yang berbeda-beda.
Begitupun aku, walaupun mendapat predikat siswa terpintar bukan berarti aku tak pernah merasa jenuh dengan yang namanya buku dan juga materi pelajaran.
"Key, berapa menit lagi?" itu Cherly, teman sebangku ku.
Aku melirik arloji sejenak, "10 menit" lalu kembali fokus kedepan. Bukan fokus untuk menyimak materi yang diterangkan guru melainkan lebih kearah papan tulis. Yahh anggap saja aku melamun.
"Lamanya.. Aku pengen tidur" rengek Cherly, seperti biasa aku hanya mengabaikannya.
Cherly teman ku dari awal masuk sekolah. Saat masa orientasi aku lebih memilih untuk menyendiri ketimbang berbaur dengan anak-anak lainnya tetapi entah mendapat dorongan dari mana ia mendekatiku, menempel layaknya prangko.
Kami memiliki perangai yang sangat berbeda, ia sangat friendly dan royal tak heran banyak yang menyukainya. Sedangkan aku, boro-boro mau ngobrol, nyapa aja kadang malas.
Oh, jangan pernah berpikir aku seorang nerd, aku hanya tak suka keramaian dan berbasa-basi saja.
"...Okey, sebelum ibu akhiri pelajaran hari ini. Ibu ingin memberikan kalian pertanyaan, tentu saja ada hadiah jika berhasil menjawab pertanyaan yang ibu berikan" semua bersorak, kembali bersemangat setelah guru berjiwa muda didepan menyebut kata 'hadiah'. Aku? Sedikit tertarik.
"Jadi lukisan ini menggambarkan kehidupan seseorang yang menyimpan banyak kisah suka dan duka namun indah. Mempercayai harapan walau harus menerima realita. Lukisan apa ini? Dan siapa dia?" kelas sunyi seketika.
Aku tersenyum kecil mendengar clue itu. Mudah sekali, semua orang pasti tau tentang itu. Cherly melirikku, berguman pelan seraya bertanya, "Kau tau?".
Seperti biasa, aku akan menuliskan jawabannya di kertas dan memberikannya pada Cherly untuk dijawab.
'The Starry Night'
'Vincent Van Gogh'Cherly tersenyum senang lalu mengangkat tangannya tinggi, "Bu Heny, saya akan menjawabnya" Ibu Heny mempersilahkan Cherly untuk menjawab.
"Nama lukisannya The starry night dan pelukisnya Vincent van gogh" guru muda dengan paras cantik itu tersenyum lalu mengangguk pelan.
"Okey.. You're right, but can you explained the reason to me, Cherly?"
Cherly menegang ditempatnya, "A-ah itu" ia menatap ku meminta bantuan. Aku berusaha sebisaku untuk memberitahunya lewat bibir. Cherly panik, berusaha keras membaca bibirku.
Ibu Heny mendengus pelan melihat tingkah kami, "Keysha Nathaliza, Ibu tau itu jawabanmu. Hanya kamu dikelas ini yang minat dengan pelajaran sastra. Setelah ini temui Ibu diruang guru" setelah mengucapkan itu, Ibu Heny mengakhiri pelajaran lalu pergi meninggalkan kelas.
"Huh, hampir saja. Kukira aku bakal mati ditangan bu Heny hari ini" celetuk Cherly lalu menatapku, "Eh? Kenapa bu Heny malah memanggilmu?"
Aku menghela ringan, "Aku juga gak tau. Kamu pulang duluan aja".
"Serius nih? Kamu yakin bisa pulang sendiri?"
"Cher, Please, aku bukan anak kecil. Pulang sana, jangan lupa besok bawa buku biologi ku. Bye, aku pergi" Aku segera pergi meninggalkan Cherly yang masih sibuk dengan tasnya, aku tak ingin mendengar celoteh Cherly yang memaksa untuk pulang bareng.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Datang Terlambat
Teen FictionKeysha Nathaliza merupakan siswa terpintar disekolah namun minim dalam keaktifan kelas. ia tidak suka menjadi pusat perhatian, cukup dikenal sebagai siswa yang pintar disegala bidang akademis saja membuatnya ingin pindah sekolah. Alvero Zylvian meru...