Seorang lelaki yang berumur 19 thn tapi mempunyai penyakit little . Yaitu suatu fikiran yang kembali seperti anak kecil dan membuat dirinya seperti bayi.
Permasalahan antara orang tua dan anak terus terjadi di dalam keluarga
" kak terimakasi mobil remot nya aku suka banget " Ucap arsyad kepada kakak nya dengan gelayut manja " Iya de sama sama, nanti sore kita ke bandara yah jemput abang Arya, kamu mau ikut gak . " ucap Rahel " Ikut tapi sama ka Arsyi yah Arsya mau nya sama ka Arsyi " ucap Arsyad dengan mimik muka memohon seperti anak kecil " Iya nanti ka Arsyi ikut kamu jangan nakal yah " Ucap rahel. Dalam hati Rahel ( dek knpa gini sih . buka gemes tapi jiji liat kamu tuh udah gede )
" Arsyad makan dulu dong dikit lagi nih. Satu suap lagi aja " Ucap Arsyi "Gak mau kak kenyang ahh " Ucap Arsyad " Dikit lagi aja yah " Arsyi sambil memberi sati suap lagi " Gak mau kak ih " dan yaps piring yang di pegang arsyi tumpah dan piring nya pun pecah tidak lama datang nyonya rena "Arsyad knpa di jatohin sih kamu liat berantakan kan , kamu lagi Arsyi gak becus jagain nya " ucap nyonya rena yang baru pulang dari semarang entah dengan keadaan cape atau gimna " Maaf nyonya saya gak hati hati " ucap arsyi Tak lama Rahel datang dari kamar karena mendengar keributan di ruang tengah " Ada apa sih berisik banget " Rahel yang keluar dari kamar melihat ibu nya dengan tatapan tidak suka " Nih pengasuh baru gak becus jaganya " ucap nyonya rena " Gak becus ? Mamah dari mana, datang kerumah marah marah . Masalah piring pecah gak usah di besar besarin berisik tau . Suruh pembatu bersiin. Ribet banget , harusnya tuh yang jagain Arsyad mamah bukan dia, mamah malah enak enakan kesemarang " ucap Rahel yang ketus " hey Rahel kamu ini tau apa tentang mamah . Gimana mau dapet uang kalo mamah ngurusin adik kamu " ucap bu rena " Arsyi , bawa Arsyad main atau kemana jangan disini." ucap rahel menyuruh arsyi keluar agar Arsyad tidak melihat pentengkaran antara dirinya dan ibu nya Jujur dia tidak mau seperti ini . Tapi bagai mana keluarganya retak , ayah nya di Jerman bersamanya bukan selingkuh .namun ibunya malah bilang selingkuh . " Mahh, aku. Abang. Ayah itu kerja mah Ayah gak selingkuh mah ,Ayah bersama aku di Jerman . Knpa aya jarang pulang karena perusahan disana sedang ada masalah setahun ini " Ucap Rahel " kamu tau apa sih rahel mamah tau ayah kamu itu selingkuh " ucap bu rena " ohh tuhan , gini deh mah mamah ke Jerman sekarang liat situasi disana, gak usah egois mah . Kita di sana lagi berjuang buat keluarga ini mamah? Malah enakan jalan jalan " ucap rahel " Terserah deh mau kamu bilang apa ke mamah gak percaya jelas jelas buktinya ada. sambil melempar poto ayah nya dengan wanita lain " ucap bu rena " Mah itu tuh editan " ucap Rahel yang tidak percaya dengan semua ini Dan Bu rena pergi kekamar begitu saja " kak Arsyad takutt " Arsyad sambil menangis di pelukan Arsyi " Jangan takut yah , mending ketaman yu kita jalan jalan " Ajak Arsyi Di taman arsyad melihat ada anak anak main pasir " kak aku kesana dulu yah" ucap arsyad dan lari begitu saja " arsyad ihhh udah gedee " sergah ku Namun arsyad lari saja
Arsyad disana main dengan anak anak muka tangan baju kotor enta karna dia bermain atau apa. Dia di sana membuat istana pasir ,masak masak , naik serodotan ayunan , dan ...... Saat naik gantung gantungan ia jatuh
" aaaaaa sakittt kakkkk sakitttt " tangisan arsyad membuat semua orang yang di taman melihat Aku segera berlari menemui arsyad haduh malu tau di liatin banyak orang. Udah gede masih nangis, untung ganteng ni anak . " Kenapa arsyad. Apa yang sakit sini duduk di bangku " titahku " Ini kak " menunjukan lutut yang berdarah " Yaudah sekarang kita pulang dulu yah , nanti kakak bersihin sekalian mandi " ucap ku " Gendong kaki Arsyad sakit " minta Aryad " Berat Arsyad badan kaka kan kecil " protes ku kepada Arsyad " Iya deh kak " akhirnya Arsyad jalan dan di bantu oleh ku Sampai di rumah Arsyad mandi dan mandi pun di mandikan ? Yang benar saja . " Arsyad mandi yuu badanya kotor ntr kakak obatin " ucap ku " ayuk kakak mandiin yah " minta Arsyad " Arsyad mandi sendiri kan udah gede ,cepet mandi nanti kita kebandara jemput abang,arsyad kangen kan . "Ucapku
Entah kenapa rasanya sakit, di saat seseorang yang ku asuh . Ku kira yang ku baby . Tapi ternyata anak kena pisikis mental. Tekad ku sekarang adalah mencari tau apa yang terjadi, dan mengembalikan Arsyad yang dulu . Tapi aku tidak bisa sendiri .
" kak udah nih aku pake baju yang kakak pilih " Arsyad keluar dari kamarnya .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.