Ahh...Fass..tterrrrr
Nghhhh....Mmpphhh...Ahhh
Aakk...kkuhhhh maahh...uuhhh keluarrhhhh
AAAKKKHHHH
" kak Bangun! Kebiasaan nih pasti mimpi itu lagi" Ujar seorang Pria yang bernama Kabi. Adik dari Gadis yang sedang bermimpi itu
Kabi sudah sangat sering melihat Kakaknya yang selalu mendesah dalam tidurnya, Kabi pun tahu penyebab Kakaknya selalu bermimpi seperti itu
"Kak! Kak Lina Ihh bangun" Ujar Kabi sambil menggoyangkan lengan sang Kakak
"Ahh...hhh...hhh" Lirih Lina saat membuka matanya, dengan wajah dan tubuh penuh keringat, Rambut acak-acakan, dan Baju yang berantakan. Penampilannya sangat kacau
"Ini sudah jam berapa?" Tanya Lina pada adiknya, sambil merapihkan penampilannya yang kacau
"Ini sudah jam 7, Kak. Kakak tidak takut telat? Bukankah ini hari pertama Kakak Sekolah?" Ucap Kabi pada Kakaknya
"Ohh...TIDAKK!" Ujar Lina sambil bangun dari ranjangnya berlari menuju Kamar mandi, Meninggalkan Adiknya yang kebingungan
"Kakak....Kakak...ada-ada saja" Gumam Kabi sambil Geleng-geleng melihat kelakuan Kakaknya
《 MY GIRLFRIEND 》
Setelah semuanya sudah Rapih, Lina pun beranjak dari kamarnya menuju Ruang Makan yang sudah dihuni oleh Adik kesayangannya
"Pagi dek" Ucap Lina pada adiknya yang sedang menyantap roti isi selai Coklat kesukaannya
"Pagi Kak" Ucap Kabi pada Kakaknya masih dengan mulut yang penuh dengan Roti Isi selai Coklatnya
"Oh yaa...kamu mau Kakak antar atau sama pak Darmi?" Tanya Lina pada Kabi
"Hmm...Aku sama Pak Darmi aja deh, Kak" Jawab Kabi
"Takutnya Kakak nanti kesiangan" Sambung Kabi
"Yasudah. Kakak duluan yaa" Ujar Lina pada Adiknya, menghampiri adiknya dan mencium kening Adik kesayangannya
"Dahh...." Ujar Kabi
SKIP
Lina pun sampai didepan Sekolah barunya sekitar 25 menit, dengan menaiki Bus dihalte lalu berhenti dihalte yang lumayan jauh dari letak Sekolahnya
Lina pun tiba dihalaman sekolahnya, Terdiam ditengah jalan. Takjub melihat betapa besar dan luasnya sekolah barunya itu. Apakah ada yang ingin berteman denganku? Secara sekolah ini sangat elit, dan sudah pasti banyak dari kalangan tinggi, Semoga saja ada yang ingin berteman denganku, setidaknya seberapa. Batin Lina
Lina sangat kagum dengan Sekolah barunya, memuji sekolah elit ini, sangking fokus pada pikirannya sampai-sampai Ia tidak sadar dengan suara klakson yang sedari tadi menyuruhnya menyingkir karna menghalangi kendaraan untuk lewat
TIINNNN...
TIIINNNN.....
"Hei, menyinggirlah!" Teriak seorang Pria dengan suara berat nan Dinginnya, dan lupakan Mata tajam bak elang yang menatap seorang gadis yang menghalangi jalannya dan sahabat-sahabatnya
"Hei! Kau menghalangi jalan kami" Teriak seorang Pria Emosi dengan rambut berwarna Dark Coklatnya
"Hei Nona, Bisa kau menyinggir sebentar. Kau menghalangi jalan kami, Nona" Ujat seorang Pria yang tepat berada disamping dirinya berdiri dengan senyum ramahnya dan rambutnya yang berwarna Coklat cerah
"Ohh...Maaf" Ucap Lina dengan senyum kikuknya
Lalu Lina pun menyinggir, menatap satu-persatu mereka yang menatap dirinya
Tanpa sengaja Mata Lina bertemu dengan Mata tajam yang menatapnya intents, seakan Ia itu mangsa Pria bermata tajam itu
"Terima Kasih, Nona" Ucap Si Pria Senyum ramah
Lina yang sebelumnya masih menatap Pria bermata tajam itu sekarang Ia alihkan pada Pria Si Senyum ramah, Lalu menganggukkan kepalanya
"VINO...CEPAT KEMARI! SEBENTAR LAGI BEL, JANGAN SAMPAI KITA TELAT HANYA KARNA GADIS ITU" Teriak Pria Berambut Dark Coklat, memanggil Pria Si Senyum Ramah itu
"IYAIYA...SEBENTAR!" Teriaknya, Lalu pria itu menghadap Lina lagi dan...
"Oh iyaa...Namamu siapa?" Tanyanya
"Lina Marcela. Panggil Lina saja" Ucap Lina
"Oke. Namaku Vino Darmawan, Panggil Vino saja. Oh iyaa kalau kau butuh apa-apa, datang kekelasku saja yaa...sepertinya kau adik kelas. Yasudah Kakak pergi dulu, sampai nanti" Ucapnya diakhiri mengacak rambut Lina gemas
"Hahahah....Iya Kak" Ucap Lina Kikuk
Seperginya Vino dkk, Lina pun memasuki sekolah itu dan berjalan menuju ruang kepala sekolah
Disepanjang jalan banyak sekali yang memandangnya dan ada juga yang menggodanya, tetapi semua itu Lina hiraukan. Ia sibuk dengan pikirannya
"Kenapa aku merasa aneh yaa? Pria yang sempat saling tatap denganku sepertinya aku sangat membahayakan diriku, Ntah itu apa? Ahh sudahlah....nanti saja aku pikirkan" Batin Lina
BERSAMBUNG
Yang mau bertanya silahkan?
Ada yang dibingungkan?
Merasa Heran?Jangan lupa Vote yaa + Follow😊
Terima Kasih:))
