t h e d e s t i n y 2 5

687 94 28
                                        


Ruangan ber AC itu, kini hanya di huni oleh Jungkook dan Minhyun.

Sejak tadi, mereka hanya saling curi-curi pandang entah karna apa?

Padahal, saling naksir pun! Mereka, tidak.

Makanan yang terhidang di meja, kini sudah dingin. Mereka sudah enggan untuk menyantap nya.

Hanya ada sebotol soju, yang mereka teguk sedikit demi sedikit sejak tadi.

"Eu..., jadi bagaimana anda dengan Yuju? " Tanya Jungkook, canggung.

Mereka sebelum nya sudah lumayan akrab, berkat V.

Namun, berkat V juga hubungan mereka jadi canggung.

Jungkook, serba salah! Tak tahu harus bersikap bagaimana? setelah V memberi tahu Minhyun, tentang perasaan Jungkook pada Yuju.

Minhyun, mengelap telapak tangan nya yang berkeringat terlebih dulu, sebelum dia bersedia menjawab pertanyaan Jungkook.

"Bagaimana lagi, aku tengah marah dan tidak menghubungi nya! "

"Jadi anda melarikan diri dari masalah, seperti..... " Jungkook, menggantung kalimat nya ragu-ragu, "pecundang, " Jungkook berbisik seraya cengengesan canggung.

Minhyun, menatap keki. "Apa kau baru saja mengatai ku? "

"Ayolah Hyung... Tak perlu marah! "

"Siapa yang mengijinkan mu memanggil ku Hyung? "

"Lalu apa? Sunbaenim? Minhyun-ssi...? Pecundang? "

Jungkook, hanya bercanda! Sungguh.

Minhyun, melonggarkan kancing kemeja nya, lalu dengan segera mencekik Jungkook dengan lengan nya.

"Kau pikir dengan siapa kau bicara ?? Mengatai ku pecundang dasar kau perusak rumah tangga orang!! " Minhyun, murka.

Jungkook, berusaha keluar dari cengkraman Minhyun, seraya cengengesan.

Jungkook, terpaksa mengatakan kata pecundang. Dia hanya ingin mencairkan suasana.

Minhyun, akhirnya melepas cengkraman nya dan bersikap tenang kembali.

Ruangan ini ber AC, tapi tetap panas. Sudah ada dua kancing kemeja yang tanggal dari tempat asalnya. Menunjukan sedikit dada bidang dari Hwang Minhyun!

Sungguh! Ini bukan suasana yang tepat untuk membicarakan dada bidang.

Tapi,memang seperti itulah keadaan yang terjadi.

Minhyun, lalu menghela nafas perlahan.

Dia tatap Jungkook, lewat ekor matanya.

"Hyung, kau tak percaya diri kan? Kau takut Yuju, pergi dari mu dan datang padaku; itu tak akan terjadi Hyung. Kecuali kau yang menyuruh nya! "

Jungkook, tengah dalam mode serius.

"Dia sangat menghormati mu, sebagai kekasih nya; dia selalu memuji mu setiap saat"

"Tapi dia tak pernah mencintai ku! "Minhyun, menatap lantai restoran dengan datar.

" Karna itu ijinkan Yuju bersama ku; ijinkan dia bersama orang yang di cintai nya! "Jungkook, meminta.

Minhyun, menoleh ke arah Jungkook.

Jelas pria di samping Minhyun ini, sangat lancang. Tak tau diri.

"Aku akan bertahan, hingga dia mencintai ku! Jadi jangan harap kau punya kesempatan. "

"Ish, selain pengecut; kau juga egois. "

"Yak!!!! "

Jungkook, cengengesan karna membuat Minhyun murka untuk kedua kalinya.

"Sejujurnya, aku iri dengan mu! Kau pria pertama yang menjadi kekasih Yuju. Dan lagi, kau menjadi kekasih yang sangat hebat! " Jungkook, kembali dalam mode serius.

"Yang seharusnya iri adalah aku, kau menjadi satu-satunya pria yang dia cintai! "

"Ya itu juga benar! Aku memang yang terbaik. "

Sombong sekali!

Minhyun, jadi menyesali kata-katanya.

"Tapi sayang nya sebentar lagi, yang akan dia cintai adalah aku! "

Jungkook, mendelik.

Susah sekali membujuk Hwang Minhyun.

"Hyung...., " Jungkook, memanggil Minhyun.

"Wae? "

"Aku tak akan menyerah untuk meminta Yuju, dari mu! " Jungkook sungguh-sungguh.

"Semoga berhasil! "

Flashback off

The Destiny YuKook Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang