Kiana Deyandra atau yang akrab dipanggil Kiki, seorang anak remaja yang sedang labil-labilnya dengan setumpuk memori di masa remajanya.
Hari-harinya selalu membaik karena Augie Arsyad yang sering Kiki panggil dengan Arsy. Seorang yang telah mengenal...
Bel berdering menandakan upacara akan dimulai. Arahan para senior pun ikut menambah kebisingan saat itu. Kebahagiaan tampak di mimik murid-murid baru disana. Begitu pun dengan Kiki. Ia tidak sendirian, sudah menjadi rutinitasnya berada disekitar sahabatnya, Arsy.
Ini merupakan hari pertama ia menginjakkan kakinya di bangku SMP. Dan tanpa memilih sekolah mana yang akan ia tempati, menurutnya selama ia bersama Arsy sekolah manapun akan sangat menyenangkan.
Tak ada kata bosan untuk Kiki, walaupun dari SD mereka bersama. Selama Arsy tidak terganggu, merupakan pertanda baik bagi perjalanan Kiki.
"Arsy...!!!" sapa gadis yang sedang memegang topi dan botol air minum di tangannya.
"Sssst.. Jangan berisik! Upacara udah mau mulai, mending siap-siap baris terus pakai topinya" jawab pria yang merasa terpanggil itu
Setelah tak bergeming cukup lama, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti saran sahabatnya itu dan baris di samping nya.
Setelah upacara selesai seorang guru memanggil murid satu persatu untuk baris sesui kelompok yang telah dibuat. Kelompok yang telah dibuat akan berjalan selama 3 hari kedepan sesuai masa MPLS.
"Aamiin" jawab Arsy sambil terkekeh melihat tingkah konyol Kiki
"Heh, emang lo tau gw doa apaan?" (tersipu malu)
"Ngga tau sih, tapi ngga mungkin lo berdoa yang buruk-buruk di hari pertama ini"
"Emang gw ngasih tau lo kalo tadi gw lagi berdoa?" seakan mencari cara untuk menutupi kekonyolannya tadi
Belum sempat Arsy menjawab seorang guru memanggil namanya.
"Augie Arsyad?", Arsy pun mengangkat tangannya. "Ya, kamu masuk kelompok 3"
"Gw duluan ya Kiyandra!!, semoga doa lu terkabul" ejeknya. (Kiyandra merupakan singkatan dari Kiana Deyandra)
"Gausah ngeledek!" balasnya
Ternyata untuk kali ini doa Kiki belum diijabah. Ia berada di kelompok 4, yang berarti teman sebangkunya selama 6 tahun akan berganti.
°°°
Saat istirahat tiba ia memilih untuk tetap di dalam kelas, beberapa teman mengajaknya keluar tapi ia menolak.
Ia tidak sendirian di dalam kelas, beberapa mentor masih berada di dalam kelas. Untuk sekedar evaluasi ataupun melemparkan jokes-jokes tidak jelas.
"Hai, nama kamu siapa tadi?" sapa ka Zara, salah satu mentorku tadi
"Kiana kak, ada apa ya kak?" jawabnya
"Kenapa ngga ke kantin? Belum ada teman?" tanyanya lagi
"Ngga kok kak, emang lagi bawa bekal saja. Lagi pula kantin pasti penuh" jelasnya
"Ohh, butuh di temenin ngga? Rakaa sini..!"
Kak Raka acuh tak acuh melihat temannya yang selalu mengganggunya itu. Lagi pula ia juga sedang sibuk berbincang dengan kedua temannya.
"Eee ngga usah kak, nanti juga temen aku kesini" Ucap Kiki kembali
"Oke, kalau butuh teman panggil aja jangan sungkan"
"Iya, makasih ka" jawabnya ramah
Belum sempat ia menghabiskan makanannya bel masuk pun berdering. Semua orang berhamburan memasuki kelas.
Begitu cepat istirahatnya, hanya 15 menit. Sampai-sampai Arsy tak sempat meminta bekal Kiki untuk hari ini. Mentor-mentor perempuan di kelasnya mengganggunya, sekedar basa basi nanya asal sekolah sampai nomor telpon ditanya dan begitu mengulur waktu hingga istirahat habis. Karena wajah tampannya atau sifat dinginnya yang telah membuat senior-senior itu terpancing.
Sebenarnya Arsy tidak terbiasa di ajak bicara begitu lama oleh lawan jenisnya, kecuali pada Kiki dan Ibunya. Itu yang membuat Arsy merasa sangat terganggu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haii!! Gimana ceritanya? Makasih udah baca. Jujur ga berpengalaman buat nulis hal kayak gini, jadi sorry kalo ada part yang ngebosenin. Tunggu part selanjutnya yaa!