Ali, Prilly dan Neca dan Daxa hari ini menginap di kediaman orang tua Prilly. Rencananya akan ada acara yang keluarga Prilly adakan. Yaitu pertunangan Abel dengan kekasihnya, Langit.
Ya, mereka berdua sepakat untuk bertunangan setelah menjalin hubungan pacaran cukup lama. Langit mulai memberanikan diri untuk mengajak Abel membawa hubungannya selangkah lebih maju. Baik dari Abel sendiri pun sudah menerima lamaran Langit secara pribadi beberapa minggu yang lalu. Barulah lusa nanti acara pertunangan diselenggarakan secara resmi.
"NTIII, MUUU TUNAGAN YAAA?" Tanya Neca kepo. Ia menggelendoti lengan tantenya itu.
Pertanyaan Neca tentu membuat Abel tertawa. Lalu ia menciumi pipi Neca gemas, "Ih bukan tunagan kakak, tapi tunangan. Nda encuz nih ngomongnya." Balasnya.
"HEHE CUCAH NTI NOMONG NAAA. KAKAK NDA BICA," Neca menyengir lebar.
"Yaampun, gemeesshh onti tuh sama kamu ka. Pinter ngeles ya hahaha."
Mama Tania ikut terkekeh. Ada Daxa yang berada dalam gendongannya. Bayi tampan itu sudah ingin terpejam matanya. Sedang digendong menggunakan kain oleh Mama Tania.
"Kakak, gak bobok eh? Udah jam satu siang itu ka. Ini dedeknya udah mau bobok. Bobok gih sana, ditemenin opa ya?" Kata Mama Tania.
Neca mengangguk, "MUUUU BOBOK CAMA OPA. TAPI TAL OPA BEWLIIN KAKAK KUDA YANG BANAKKK YAAAAAA!!!" Ujarnya penuh semangat. Papa Revan cuma ketawa dengar ucapan cucunya. Gemash sekali. Gak kerasa cucu pertamanya udah tumbuh besar. Sangat bersyukur.
Papa Revan ikut menciumi pipi Neca, "Iya sayangnya opa, nanti opa beliin kuda yang banyak ya. Spesial buat kakak Bernessa yang cantik ini. Duh cayangnya opa,"
"MAACIII OPAAA. KAKAK EMANG TANTIK." Neca senyum malu-malu. Ini tolong kenapa anaknya genit banget? Ketularan bapaknya ya?
"Dih kakak pede banget astaga." Sahut Ali. "Jangan mau opa beliin Ca kuda, itu dikamarnya udah kuda semua isinya. Belum aja itu kudanya kabur hahaha."
Neca memukul lengan Ali pelan. "ISHHHH PAPI, KUDA NA KAKAK TUH DAH NULUT. NDA BAKAL KABULL. WUUUU PAPI COK TAUUUU!!" Kan, bapaknya disorakin.
"Ish ish Bernessa centil banget emang." Kali ini Prilly yang menyahut. Suka juga dia kalau meledek Neca. Gampang emosi anaknya itu.
Neca cemberut, "AUUU AH GEWLAAAPP. PAPI MAMI NDA ACIKKKKK! KAKAK MU BOBOK CAMA OPA AJA."
"Sama opa apa sama Onti Bel kak?" Tanya Abel memastikan. "Di kamar onti ada meong, mau main meong gak?" Godanya. Neca kan suka banget main hewan peliharaan. Tapi untungnya gak dikenalin sama buayanya Biru yang udah keburu mati:(
"EMMMMM CAMAA ONTI DEH. MU AIN CAMAA MEONGGG DULUWWW." Kata Neca akhirnya.
Abel berdiri, membawa Neca ke dalam gendongannya. Sayang banget Abel tuh sama Neca. Keponakannya pertamanya. Apalagi sama Daxa, duh bukan lagi. Ganteng banget Daxa masih kecil aja.
"Bel, suruh tidur itu nanti Neca ya. Kalau enggak malemnya rewel dia kalau mau tidur." Kata Prilly sebelum Abel dan Neca berlalu.
"Siaapppp bosss! Neca aman sama gue." Abel membalas sembari terkekeh kepada kakaknya.
"Disuruh tidur ya Bel, jangan kamu ajak nonton drakor. Mama jewer kamu nanti," Sahut Mama Tania.
"SIAPPP MAMA! HEHEHEHE. Dah ya, Abel sama Ca ke kamar dulu. Byeeee byeeee!" Abel dan Neca berlalu, menyisakan Mama Tania, Papa Revan, Ali, Prilly dan Daxa.
Prilly yang lagi asik nyender ke Ali, sesekali memperhatikan Daxa. "Ma udah tidur itu belum Daxa? Kalau disuruh tidur siang geleng-geleng terus itu ma." Kekehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TPB Season 2 (COMPLETED)
FanfictionA Perfect Boyfriend is a guy who makes you smile and be happy! 💃 The Perfect Boyfriend Season 2💃
