Flashback - 2

8 1 0
                                    

Ruang Guru.

Saat pak kepsek sudah berada di depan pintu tuanv kepsek tiba-tiba ada yang memanggilnya.

" Pak permisi" panggil seorang wanita yang berjalan dari sampingnya.

"Iya Bu Krystal, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pak kepsek.

"Tidak pak. Ini saya cuman mau kasih hasil laporan bulan inisaja pak, silahkan dilihat nanti kalau ada apa-apa bapak bisa panggil saya" Jawab wanita itu yang bernama Krystal.

"Ehm baiklah, Terimakasih. Kalau begitu saya masuk ruangan saya dulu" ujar pak kepsek.

"Ah iya baiklah, Terimakasih kembali. Silahkan kalau begitu pak saya juga langsung permisi" Jawab Bu Krystal.

Akhirnya pak kepsek langsung masuk kedalam ruangannya.

Dilain tempat. Lebih tepatnya di samping ruang kelas 10.

"Ish kenapa masih jamnya Bu Irene sih, kan jadi males pengen masuk kelas" gerutu Yena.

Tiba-tiba.

"Hai" Sapa seorang lelaki yang berada di belakang Yena. Yena langsung saja putar badannya kearah sumber suara.

"Ehm iya" Jwab Yena sambil menaikkan alisnya yang sebelah kiri.

"Oh ya kenalin namaku Na Jaemin biasa dipanggil Jaemin. Kalo kamu?" Tanya Jaemin sambil ulurin tangannya kearah Yena.

"Aah aku Park Yena biasa dipanggil Yena" Jawab Yena sambil membalas jabat tangan Jaemin.

"Ehm ya aku mau tanya ruang kepsek dimana ya?" Tany Jaemin.

"Oh mau keruang kepsek ternyata, ehm emang mau ada perlu apa?" Yena tanya balik.

"Aku mau daftar disekolah ini kan aku pindahan dari kota Busan" Jawab Yena.

"Oh pantesan kamu pakai seragam yang berbeda dariku" jawab Yena.

"Hehe iya" Jaemin ketawa garing.

"Yaudah mending aku antar aja kamu keruang kepsek sekarang" ajak Yena.

"Boleh juga, tapi kenapa kamu nggak masuk ke ruang kelasmu? Dan kenapa kamu masih bawa ransel?" Tanya Jaemin penasaran.

"Ah nggak apa-apa tadi cuman ada sedikit hambatan hehe" Jawab Yena sambil garuk tengkuknya yang gak gatal.

"Oh gitu ya. Ehm emang ruang kelasmu mana?" Tanya Jaemin.

"Ini ruang kelasku" Yena menunjuk kelas yang berada disampingnya.

"Oh kamu masih kelas 10 ya dan ehm kita bakalan satu jurusan tapi beda kelas hehe" jawab Jaemin.

"Emang kamu mau masuk kelas mana?" Tanya Yena penasaran.

"Aku pastinya masuk kelas 12 dan kalau jurusan aku ingin masuk IPA" jawab Jaemin.

"Oh ya berarti aku harus panggil kakak dong hehe" Yena agak salting.

"Ah gapapa santai aja kalau sama aku hehe. Ehm yaudah yuk kalau kamu lagi nggak mau ke kelas anterin aku aja ke ruang kepsek" ajak Jaemin.

"Yaudah yuk kak" Yena iyain aja.

Tiba-tiba.

"Ehm kak mungkin aku tunjukin saja jalannya ya, lebih baik aku ikut mata pelajaran aja. Maaf ya kak, nanti kakak tinggal lurus aja terus belok kiri kalau ketemu ruang guru itu sebelahnya ruang kepsek" Ujar Yena.

"Ah yaudah gapapa kamu masuk kelas aja sana, belajar yang rajin ya pipi gembul" jawab Jaemin sambil nyubit pipi Yena yang lumaya tembem itu.

"Ih apaan sih kak orang pipi tirus gini dibilang gembul" Yena jawab sambil mempoutkan bibirnya dan memegangi pipinya yang pastinya memerah.

"Aaahhh Adek ini lucu banget sih" jawab Jaemin sambil mengacak rambut Yena.

"Iiihhh kenapa si berantakin sihhh... Nanti kalo lecek gimana kan nggak cantik lagi" Yena tetep mempoutkan bibirnya sambil menata rambutnya kembali.

"Yaudah-yaudah cepetan sana kamu masuk kelas ntar keburur ketinggalan" suruh Jaemin.

"Udah bikin kesel nyuruh-nyuruh lagi dasar" gerutu Yena sambil berjalan menuju kelasnya.

.

.

"Lucu banget sih kamu dek. Ih apaan sih kamu ini Jaemin" batin Jaemin sambil senyum-senyum sendiri.





















Tbc.




















































~Love Jaemin~

Y & JTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang