Jongin yang senang bukan main karena akan di jodohkan dengan anak teman dari Ayahnya yang sejak dulu di sukainya terpaksa harus menelan rasa kecewa karena sang ayah salah menjodohkan dirinya.
"Ayah, aku maunya dengan sang adik, bukan kakaknya yang galak itu!"
"Kau pikir kau tampan, Kim Jongin?! Bahkan aku tak sudi menikah denganmu!"
—————————————
KAISOO
—————————————
"Jadi ayah setuju jika aku menikah dengan anak Paman Choi?"
"Tentu saja, Sayang. Ayah akan meminta mereka untuk menerima lamaran keluarga kita. Maka dari itu, segera selesaikan sekolahmu di Jerman, lalu kau bisa menemui tunanganmu saat pulang!"
Ketika panggilan itu berakhirーJongin tak bisa menghentikan senyum bahagianya. Ia menatap pantulan dirinya pada cermin di kamar dan tersenyum miring.
"Tentu saja, aku akan mempersuntingmu cintaku! Tunggu aku disana!" Kemudian pria itu tertawa. Meraih ransel miliknya lalu menatap jam dinding. Seketika matanya membola.
"Oh shit! Aku terlambat!"
•••
"Kim Jongin, bagaimana menurutmu pria disana?" Jongin mendongak dan mengikuti arah pandang Sehun pada salah satu bangku taman kampusnya. Matanya sedikit menyipit karena sinar matahari yang sungguh menyilaukan. Ia menemukan seorang pria cantik dengan beberapa teman prianya yang tak kalah cantik. Mereka tampak sibuk bercakap akan sesuatu.
"Cantik," tapi pujaan hatiku di rumah lebih cantik, lanjut Jongin dalam hati.
"Bagaimana jika kau tembak saja dia jadi kekasihmu?" usul Sehun menatap Jongin yang sibuk menyelesaikan tugasnya.
"Tidak mau."
"Kenapa? Kau selama ini sudah sengsara karena menjomblo sendiri."
Sekarang sudah tidak, Sehun bodoh, hohoho, pekik Jongin dalam hati. Tetapi ia hanya tersenyum pada Sehun. Kembali melanjutkan tugasnya. Ia ingin segera selesai dengan tugas akhirnya lalu pulang ke Seoul dengan perasaan bahagia. Ia sungguh tak sabar bertemu dengan tunangannya. Matanya melirik cincin yang melingkar di jari manisnya.
Beberapa minggu yang lalu, sang ayah mengirim cincin itu.
Cincin yang sama seperti pujaan hatinya di Seoul sana.
"Sehun, aku pulang dulu!"
"Hei, hei, bukankah kita sudah berjanji pergi ke games center setelah ini?!"
"Aku harus mengurus tiket pulangku, Sehun-ah. Sampai jumpa!"
Sehun berdecih menatap kepergian Jongin.
"Padahal kelulusan masih dua minggu lagi."
•••
Seseorang mengirim email dengan alamat asing siang itu pada Jongin.
[Hai, Jongin]
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] KAISOO ONESHOOT
Fanfictionsemua cerita disini murni ide dari otak saya sendiri. Jika ada kesamaan cerita itu hanya kecelakaan belaka. Saya tidak suka cerita saya dikata plagiat. Hargai. Tolong.
![[END] KAISOO ONESHOOT](https://img.wattpad.com/cover/88529131-64-k941595.jpg)