[Warning : Well, ceritanya terlalu pasaran. Dan Noona gayakin juga bakalan nge-feel. Tapi ini ide murni Noona sendiri kok. Kalo ada kesamaan ya mungkin aja karena ceritanya emang udah pasaran. So, hope you like my story, guys..]
•••
"Lalu sampai kapan?"
"Aku tak tahu."
Helaan nafas sontak mengisi udara. Kehening tercipta selama beberapa detik, sebelum kemudian deritan kursi tergeser berbunyi. Salah satunya memilih untuk melangkah ke arah jendelaー menatap jalanan ibu kota dari lantai 20 sebuah apartemen.
"Kau tahu ... aku menyayanginya."
"Ya. Kau sudah mengatakan itu puluhan kali selama kau memilih untuk tinggal dan mendua denganku, Kim Jongin!"
Sosoknyaー Kim Jongin, yang masih duduk kaku di kursi menatap tajam ke arah sosok lain yang masih membelakanginya.
"Jaga ucapanmu, Do Kyungsoo!"
Ketika sosok di dekat jendela berbalik, seutas seringai tercipta. Melangkah mendekat dan memangku tangannya pada bahu Jongin.
"Ini tidak akan terjadi jika kau tak bermain api, Kim Jongin. Kau baru menyesal sekarang setelah kita berhasil menciptakan sesosok manusia tak bersalah di kamar sebelah?!"
Jongin lantas menepis tangan yang tertompang di bahunya. Ia memilih untuk segera mengambil parka miliknya dan berjalan ke arah pintu.
Sebelum benar-benar menghilang, ia berujar. "Aku akan kembali minggu depan."
Do Kyungsooー sampai kapan pun tak akan berhasil menjadi yang pertama di hati Kim Jongin
•••
"Kau pulang?" Senyum merekah, matanya menyipit nan meneduhkan. Seakan mengangkat tiap beban berat di bahu Jongin selama ini.
Ketika pelukan mereka usai, Jongin memberi sebuah ciuman dalam dan basah.
"Kau mungkin saja lelah. Aku akan menyiapkan air hangat untuk kau mandi. Kau sudah makan?"
"Baek ..." Bukannya menjawab, raut wajah lelah Jongin menatap laki-laki di depannya sayu.
"Ya?"
"Bagaimana dengan tesnya?"
Jongin dengan cepat menangkap raut yang semula ceria, menyusut, sebelum kemudian senyum kecut terlihat.
"Maafkan aku, Jongin. Hasilnya tetap sama."
"Tidak, tidak sayang. Dengar, semua baik-baik saja. Aku baik-baik saja." Jongin kembali membawa tubuh itu ke dalam pelukannya. Walaupun semua terasa begitu menyesakkan, ia berusaha untuk tak mengacaukan hari laki-laki di dalam rengkuhahnya itu.
"Baiklah. Kau segeralah siapkan aku air. Setelah itu kita pergi tidur, hm."
Anggukan pelan di akhiri ketika Jongin melihat punggung rapuh itu mulai melangkah menaiki tangga menuju kamar. Kemudian helaan nafas terdengar. Matanya beralih menatap figura besar yang terpajang di tengah ruangan. Dua pasangan dalam ikatan pernikahan tersenyum seakan merekalah yang paling bahagia.
Namun, nyatanya. Sejak lama Jongin memilih untuk berkhianat.
Tapi walau bagaimanapun, Jongin sudah berjanji, bahwa ia tak akan pernah meninggalkan Baekhyun seorang diri.
•••
"Mingyu akan berulang tahun 3 hari lagi."
"Ya. Aku tahu. Siapkan untuk pesta ulang tahunnya. Tak perlu memikirkan biaya."
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] KAISOO ONESHOOT
Fanfictionsemua cerita disini murni ide dari otak saya sendiri. Jika ada kesamaan cerita itu hanya kecelakaan belaka. Saya tidak suka cerita saya dikata plagiat. Hargai. Tolong.
![[END] KAISOO ONESHOOT](https://img.wattpad.com/cover/88529131-64-k941595.jpg)