Bayangan

335 41 18
                                    

Chan diam memperhatikan Hyunjin.

Lihat lah betapa mempesonanya lelaki itu, matanya yang tajam dan akan menyipit seperti bulain sabit saat dia tertawa ataupun tersenyum.

Manis sekali....

Wajahnya yang tampan disertai cantik, mampu memikat perempuan ataupun lelaki yang melihat dirinya.

Bahkan tak sedikit lelaki yang menganga karena sungguh Hwang Hyunjin itu sangat tampan.

Dan tak sedikit pula perempuan yang insecure karena melihat wajah Hyunjin yang cantik.

Dilihat dari jarak apapun, pasti orang orang akan melihat Hyunjin.

Banyak yang mengincar Hyunjin, mungkin seluruh angkatan pasti mengincar Hyunjin.

Siapa yang tak mengenal Hyunjin? Mungkin dia tinggal di goa sampaj sampaj tak mengenal Hyunjin.

"Chan kau sudah memperhatikan Hyunjin selama 3 menit lima belas detik"

Suara Felix yang dalam, langsung menyadarkan Chan dari lamunannya, dia bahkan tak sadar melamun sambil memperhatikan pemuda bernama Hyunjin itu.

"tak lihatkah kau Felix? Dia sungguh"

"mempesona" potong Felix dengan jengah

"benar"

"kau sudah mengatakan itu beberapa kali Chan"

"oh sungguh? Aku tak menyadarinya"

Felix menggelengkan kepalanya pelan, tak habis pikir dengan sepupunya ini.

Felix akui, Hyunjin memang tampan tapi entahlah Felix selalu kesal dengan Hyunjin.

Felix juga heran mengapa Chan selalu saja memberi makanan pada Hyunjin, padahal Hyunjin tak benar benar menerimanya, atau lebih tepatnya Hyunjin membuang makanan yang telah Chan masak.

Untuk apa bersusah payah seperti itu Chan?.

Kasihan sekali dirimu

"berhentilah menyukai lelaki itu Chan astaga kau ini"

Chan memandang Felix kesal.

"kau ini iri atau bagaimana eh?"

"cih aku tak sudi iri dengannya"

Felix membereskan buku buku dimejanya, Chan yang melihat tindakan Felix mengernyitkan dahinya.

Seakan mengerti dengan pandangan Chan, Felix menjawab "lebih baik aku pergi daripada aku harus mendengar 'astaga Felix dia sangat mempesonaatau 'Hyunjin tampan sekalisudah cukup Chan kau terlalu memujinya"

Setelah mengatakan itu Felix segera pergi dari hadapan Chan.

"apa yang salah dengan itu?" gumam Chan pelan.

Hei Chan, Felix itu sebenarnya sayang padamu makanya dia tak mau kau mempunyai pasangan yang mungkin saja dapat menyakiti hati baik mu itu.

Chan ikut membereskan bukunya, saat berbalik tanpa sengaja seorang lelaki menumpahkan minuman ke baju Chan.

"apa yang kau lakukan sialan!!" ucap Chan marah kepada lelaki itu.

Chan memandang lelaki dihadapanya, dia berkacamata bibirnya ranum, serta kulitnya yang putih.

"a-aku minta maaf, su-sungguh aku tak sengaja "

Chan menaikan alisnya dan menyeringai.

Chan tidak tau siapa lelaki ini, tapi seingatnya, lelaki ini selalu di bully. Chan tak menolongnya? Bukan tak mau hanya malas, dan dia tak mau mendapat masalah itu merepotkan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 28, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Two SideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang