"Bagus banget rumah kamu"ujar kirana sambil memperhatikan ruangan apartement milik Neevan
"Hmm,mana orangtua kamu?kok sepi"lanjut kirana sambil menatap ke arah cowok itu
"Gue tinggal sendirian,dan ini apartement milik gue sendiri"ketus Neevan,ia tidak suka kalau ada orang yang kepo tentang orangtuanya ataupun keluarganya apalagi Kirana,gadis yang baru saja di temuinya
"Kenapa?kenapa tinggal sendirian,orangtua kam-"ucapan kirana terpotong
"Bisa nggak sih gak usah banyak tanya!?"sentak Neevan,membuat kirana terkejut dan takut
"Ma-maaf,aku cuma tanya"ujar kirana pelan sambil menunduk,Neevan pun menghembuskan nafas kasar
"Huufftt,lo duduk gue ambilin minum"ucap Neevan,kirana hanya mengangguk patuh lalu duduk di sofa,Neevan kemudian berlalu ke dapur apartementnya meninggalkan kirana..
"Emm jadi inget bang Jacka,pasti dia sama seperti cowok itu..bang jacka..bang jacka dimana?kirana kangeenn"ucap kirana,lalu ia menitikkan air mata..
"Ekhem,ngapa nangis lo?"ujar Neevan tiba-tiba membuat kirana terkejut dan menghapus airmatanya
"Nih minum,adanya cuma air putih hangat,gue nggak bisa buat teh"lanjut Neevan,lalu ia duduk di sofa berhadapan dengan kirana
"Gapapa,terimakasih ya"ujar Kirana sambil tersenyum tipis,neevan hanya membalas dengan menganggukan kepalanya
Neevan memperhatikan setiap gerak-gerik Kirana yang meminum air putih hangat itu
"Cantik walau keliatan sederhana"ucap Neevan dalam hati
Kirana pun sadar kalau daritadi Neevan memperhatikannya
"Emm,kenapa ngeliatin aku kayak gitu??Kirana coba memberanikan diri bertanya,membuat Neevan gelagapan
"Hah,siapa yang liatin lo?!Ge-er amat!"ketus Neevan,kirana hanya manggut-manggut,setelah itu hanya ada keheningan
"Kenapa tadi lo bisa diganggu preman-preman??tanya Neevan memecahkan keheningan,membuat kirana mengangkat wajahnya yang semula menunduk
"Aku minta tolong sama bapak-bapak tadi,katanya dia mau nolongin aku..aku tanya ke mereka..apa mereka kenal sama abang aku,katanya bapak-bapak itu mereka kenal..dan mereka mau bantuin aku,tapi aku malah diajak main"cerita kirana
"Main?main apa??"tanya Neevan
"Nggak tau,tadi kata mereka kalau aku mau dibantuin,ada syaratnya yaitu main..main anget-anget katanya..yah aku nggak maulah,aku bilang aku nggak mau main,aku mau cari abang aku,aku juga nggak ngerti cara mainnya..eh mereka malah maksa dan narik tangan aku..itu sakiitt,kasar banget nariknya"jelas kirana membuat Neevan mencerna penjelasan itu
"Main..main anget-anget?anjiirr..polos apa bego nih anak"gumam Neevan
"Kenapa?"tanya kirana yang mendengar ucapan neevan kurang jelas
"Nggak!lo ga ngerti maksud mereka?tanya neevan,kirana menggeleng polos
"Huufftttt masih polos..lucu juga"gumam Neevan dalam hati
"Lo dari mana??kenapa cari abang lo?"tanya Neevan
"Aku dari desa,aku kangen sama abang udah enam tahun abang pergi ninggalin aku,aku ya nyusul abang karna aku nggak mau terus ngerepotin budhe,,aku..aku mau tinggal sama abang..hiks hiks..yang aku tau abang cuma pergi ke Jakarta,kota luas ini..aku nekat kesini..ak-aku cuma punya abang..
Kirana mulai menitikkan air mata,tak kuasa menahan kesedihannya
hiks hanya dia saudara kandung aku..hiks hiks ayah sama bunda hiks udah nggak ad..hiks hiks hiks"Kirana tidak melanjutkan ucapannya dia malah menangis tersedu-sedu ia sedih..kenapa juga ia nekat kesini sendirian,ia tidak tau mau kemana..seharusnya dia tidak kabur..yah kirana kabur dari rumah bibinya..karena kalau budhenya tau,dia tidak akan diijinin..kirana sangat rindu abangnya,dia juga gak mau menambah beban budhenya "abang...abang dimana??"
-Neevan pov on
Gue kasian deh sama nih perempuan,gue mau bantuin dia..tapi bukan urusan gue sih..nambah-nambah masalah aja..jadi gimana nih,pusing pala gue!
"Hiks hiks hiks"perempuan mungil dihadapan gue masih aja menangis,kepala gue makin pusing denger isak tangisnya saking bingungnya gue teriak
"Heh,udah dong!nangis mulu,Berisik!"ucap gue dengan keras,lebih tepatnya bentak dia
"Huaaa hiks hiks hiks,aaa hiks hiks"tangisan perempuan itu malah bertambah keras,apa gue salah ya malah bentak dia?Ah tambah pusing pala gue!huufffttt apa gue coba lembutin ya?
"Ekhem,udah dong jangan nangis terus.. entar makin jelek loh,nanti gue beli in es krim deh,mau??"bujuk gue,
dan akhirnya dia pun perlahan menghentikan isak tangisnya membuat gue tersenyum
"Beneran dibeliin eskrim?tanya dia pelan,aduuhh suaranya kok jadi kayak anak kecil lembut,lucu..kok bikin jantung gue dag dig dug,kenceng ya?wah harus diperiksain nih,takutnya gue punya riwayat jantung!
"Mas beneran mau beliin aku es krim?"tanya dia lagi,what tadi dia bilang apa?MAS??gila gila masa gue dipanggil mas,emang gue tukang cilok,dipanggil mas,hadeeuuhh..tenang Neevan lo harus sabar,jangan marah..nanti cewek ini malah nangis lagi
"Beneran lah,eh nama lo siapa?"tanya gue
"Nama lengkap apa panggilan?"tanyanya
"Emm dua duanya aja deh"ujar gue
"Perkenalkan nama saya Kirana Gledisya Arum,biasa dipanggil Kiran..tapi khusus abang aku manggilnya Gledis"ujar cewek itu,seperti perkenalan waktu pertama masuk sekolah aja
"Pakek perkenalan gitu lagi,lucu lo!"ucap gue sambil tertawa kecil,eh receh banget ya gue,masa gitu aja gue ketawa,garing amat
'KIRANA'namanya cantik cocok sama orangnya
"Oohh..Oke Rana!sekarang lo tidur aja disini"ujar gue setelah menghentikan tawa gue yang garing
"Rana?"beo kirana
"Kenapa?"gue menautkan kedua alis gue
"Mas panggil kiran..Rana?"tanya kirana
"Iya,kenapa?lo nggak suka?"
"Eh enggak kok..bagus:)baru Mas yang panggil kiran..Rana"ujar kirana sambil tersenyum..sangat manis
"Kok senyumnya Rana manis banget ya..tambah cantik kalo gini..bikin adem..eh kok gue mikir gitu sih..ah ngaco lo Van!"monolog gue dalam hati,tak sadar gue menggeleng-gelengkan kepala
"Mas?mas kenapa?"bingung kirana melihat gue menggeleng-gelengkan kepala
"Eh,nggak papa!"ujar gue
-Neevan pov off
"lo sekarang tidur..dikamar itu tuh!kalo ada sesuatu,ketuk aja pintu kamar gue..noh disonoh,dilantai atas"ujar Neevan menerangkan
"Oh oke mas!"ujar kirana
"Tapi sebelum itu,lo ganti baju lo dulu,nggak usah mandi nanti lo masuk angin "lanjut neevan
"Ciiee mas perhatian ciiee sama kirana..tenang aja kok kirana tuh ya udah tau kalau nanti kiran harus ganti baju..kalau nggak,nantikan kirana bisa masuk angin,terus buat mas khawatir sama kir-"cerocos kirana terpotong,lah ini nih,Satu Hal yang mau author Bilang,Kirana itu anaknya bawel and cerewet.
"Ge-er amat lu!gue ingetin lo supaya nggak masuk angin ya!bukan gue khawatir,tapi nanti lo malah nyusahin gue kalau sakit!"sarkas Neevan
"Terserah mas aja,yaudah kirana kekamar dulu,baayy maass selamat malam!dan terimakasih"ucap kirana kemudian langsung nyelonong aja masuk kekamar yang tadi diberitau oleh Neevan,tidak lupa ia membawa ranselnya
"Jangan panggil gue mas!"
Jangan lupa votenya🤩
KAMU SEDANG MEMBACA
SANDRANA
Teen Fiction"Hiks hiks hiks"perempuan mungil itu masih saja menangis, kepala gue makin pusing. "Heh,udah dong!nangis mulu, Berisik!"ucap gue dengan keras, lebih tepatnya bentak dia, "Huaaa hiks hiks hiks,aaa hiks hiks"tangisan perempuan itu malah bertambah kera...
