Senja luruh dalam naungan malam
Hening menjejali setiap kenangan silam
Kau ingat, dimana senja mengecup mesra
Menjanjikan aku indahnya cinta
Lalu, pada senja yang berikutnya
Gerimis membasah mengaburkan segalanya
Dalam keremangan aku terseok sendiri
Membalut luka karna tikaman belati
Senjaku menangis dalam lara
Tak lagi ada hangat terasa
Aku cemburu, pada jingga lain yang mempesona
Ronanya bergelayut begitu manja
Setelahnya, senjaku tak lagi jingga
Bias ronanya hilang tak lagi membara
Beku sepanjang musim yang berlalu
Menunggu matahari melelehkan salju dihatiku.
Tegal 15 juli 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresanku
PoesíaPerempuan adalah misteri pada sajak sajak tulisan yang kau tekuni dalam tinta yang akan kau goreskan, maka tulislah sesuatu yang baik tentang nya. Seperti bagaimana kau menikmati kopi mu setiap yang tertuang dalam cangkir yang kau genggam, di situ p...
