Jauh hari aku telah menggambarnya
Pelangi dan lengkap dengan pemandangan lainnya
Namun, hanya tiga warna di dalamnya
Hitam, putih, dan abu-abu sebagai pencampuran keduanya
Aku masih saja tidak bisa melupakan, dimana angin menyapu semua warna dalam lukisanku
Semua musim semiku lenyap, terganti dengan musim hujan yang dingin
Benar tebakanmu, itu tanggal 25 Februari 2020 ketika matahari tengah sibuk menerangi belahan bumi lain
Hingga kini aku masih berharap seseorang akan memberikan arna disetiap lukisanku
Entah itu orang lain, atau kamu sebagai pengharapan terbesarku
Walaupun kurasa itu mustahil terjadi kembali
Seseorang disana telah menghampiriku
Namun ia hanya memberi saran warna-warna indah di lukisanku, tanpa berniat mewarnai bersamaku
Aku tidak mengharapkannya, hanya menebak saja
Apakah ia jawaban atas doa-doa indahku, atau bukan
Tak ada harapan istimewa dengannya
Ia hanya wadah keluh kesahku bila aku lelah menggambar
Atau lelah menanti seorang pewarna
Terkadang aku lelah dengan penantian ini
Menanti seseorang yang siap mewarnai semua lukisanku
Yang akan menghadirkan kembali musim semiku yang hilang
Namun aku percaya, Ia telah menuliskan yang terbaik untukku
aku hanya perlu bersiap-siap saja jika tiba giliranku
Inilah aku si dungu
Yang masih berharap kemustahilan
Yang akan terus melukis walaupun hanya monokrom dalam warnanya
Yang telah berusaha keras melupakan, namun masih saja diingatkan.
25 Juni 2020
-npil-
