Seokjin, "Jangan tinggalkan aku Kim Taehyung!!!!!"
Suara bising dan begitu melengking itu menggelenggar ke penjuru ruangan. Suara cicitan burung di luar lenyap seolah hilang dibisukan. hal itu tentu saja disebabkan oleh suara teriakan keras seokjin.
Seokjin tergopoh-gopoh berlarian menuruni satu persatu anak tangga seraya mengancingi kemeja berwarna abunya. Rambutnya pun tampak begitu berantakan. Dia sangat mencerminkan lelaki yang tengah bangun kesiangan. Tak sempat menyisir rambutnya ia lantas bergegas keluar menyusul taehyung.
Sementara Taehyung hanya bergeming. Dia menikmati seduhan susu coklat yang asapnya masih sangat mengepul ke udara.
Taehyung, "aku masih di sini"
Penampilan seokjin begitu kacau, kancing kemejanya terkancing tak sesuai pada tempatnya, tali pinggang yang belum terikat dan masih berantakan dipinggang. Rambutnya sudah sedikit mengering namun belum tersisir rapi. Beruntung sekali bahwa wajah yang begitu terpoles tampan dari lahir itu tetap sedemikian rupa. Meski penampilannya kacau ia tetap terlihat menawan. Tak salah semua karyawannya di sana memanggilnya lelaki dengan ketampanan dewa. Ketampanan yang memang benar seperti dewa yang tak akan luntur meski dalam waktu selamanya.
Taehyung mengakui ketampanan seokjin, memang tidak bisa dielak. Tapi dia tak peduli dengan julukan-julukan itu, toh dia tak membutuhkan hal semacam itu. Meski taehyung sendiri juga mendapatkan julukan tak berarti seperti itu. Namun julukan untuk taehyung agak sedikit terdengar menyebalkan sayangnya seratus persen benar.
Taehyung, "Apa kau sedang tinggal di hutan saat ini?"
Pertanyaan taehyung menyebabkan mulut seokjin terngaga dengan iris mata yang memincing sebab tak mengerti maksud pertanyaan yang dilontarkan oleh taehyung. Jelas saja ia tinggal disebuah rumah dan bukan di hutan. Lantas mengapa taehyung bertanya hal semacam itu.
Seokjin, " aku... Jelas aku tinggal di sebuah rumah dan letaknya di kota, bukan di hutan...?
Taehyung, "jadi berhentilah berteriak. Kau tidak sedang tinggal di hutan."
Seokjin hanya merotasi bola matanya kesal. Ia mana bisa tidak berteriak. Itu sudah menjadi kebiasaan yang melekat dan menjadi satu jiwa. Jika tidak berteriak maka itu bukan seokjin.
Taehyung, "rapikan penampilanmu, sepuluh menit lagi kita berangkat"
.
.
.
.
Suara deruan langkah kaki terdengar ringan dan seketika angin berhembus pelan berusaha untuk membelai lembut rambut dan permukaan kulit orang-orang yang tengah berlalu-lalang. Semua pasang mata yang di sana langsung menuju pada sosok dua orang yang baru saja masuk ke dalam lobi.
Ketika memasuki lobi tampak wajah mereka begitu bercahaya, Rambutnya bergerak santai berusaha mengikuti irama langkah kaki. Hanya melihat mereka seolah hidup akan terberkati selamanya. Ketampanan yang tak akan pernah luntur dan masa depan yang jelas terjamin, mata siapa yang akan mengalihkan pandangannya dari dua sosok itu. Hal itu tidak akan mungkin bisa untuk memalingkan pandangan dari keduanya.
Jas mereka sudah terpasang rapi. Menampilkan jenis lelaki yang memang sempurna bahkan sangat-sangat sempurna. Semua orang di sana mulai berbisik-bisik, perempuan maupun laki-laki. Semuanya jelas saja membualkan ketampanan dan kesuksesan mereka, terutama lelaki yang selalu merasa begitu iri dan menginginkan posisi seperti mereka.
Seokjin melangkah begitu bangga, berjalan santai menyamai irama langkah kaki taehyung. Dia menyadari semua pasang mata yang menatap ke arah mereka. Hal itu jelas menambahkan kebanggaan dan seringaian dari seokjin diwajahnya. Namun hal itu sudah biasa, hal semacam ini sudah seokjin alami belasan tahun yang lalu. seokjin bukanlah orang yang digambarkan seperti lelaki sombong yang akan melewati siapapun tanpa menegur. Sebab itulah kenapa dia juga disebut lelaki tampan dan mempunyai kelembutan, dia tak akan segan-segan melayangkan senyum manisnya pada semua karyawannya di sana. Bahkan tak segan pula untuk menegur mereka terlebih dahulu. Berbeda dengan taehyung, dia hanya diam tak melirik sama sekali. Berjalan dengan pandangan lurus, tatapannya pun begitu dingin dan tak bersahabat. Alih-alih melayangkan senyum taehyung malah bertingkah seolah tak ada satu orangpun di sana. Hal seperti itulah mengapa dia mendapatkan julukan...

KAMU SEDANG MEMBACA
Protect My Omega [ TaeGi ]
FantasyMenjaga pasangan matenya bagi seorang alpha itu adalah keharusan! Sebuah naluri yang tertanam dari dasar jiwa seorang alpha. Menceritakan sebuah kisah seorang alpha yang selalu berusaha untuk menjaga matenya- yang selalu menjadi incaran banyak keja...