vfvincentwong
Raka Pratama, penulis naskah drama pendek di Jakarta, mendapat ultimatum: 48 jam menulis outline bertema lokal, atau kena PHK. Tengah malam, ia menemukan sebuah peta pengetahuan digital tentang Nusantara-dan sebuah entri yang aneh: "Verdik Pemutusan, 1356: resminya wahyu ilahi, sebenarnya restrukturisasi utang." Sebelum ia sempat berpikir, petir menyambar-dan ia terbangun di Trowulan, ibu kota Majapahit, tujuh hari sebelum verdik itu diumumkan. Berbekal 31 entri ensiklopedia di ponselnya, Raka harus bertahan hidup di istana yang penuh intrik-sambil menyadari satu hal yang mengerikan: ia bukan satu-satunya yang membaca entri itu. Seseorang sedang mengedit sejarah.