SENJA ITU
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2018
Catatan Senja di Suatu Hari Aku sedikit trenyuh melihatmu terbaring di kasur bersprei putih khas rumah sakit itu. seraut wajah tenang namun terlihat pucat. Ketiadaan kabarmu ternyata inilah penyebabnya. Tapi kenapa harus kaurahasiakan semua ini padaku ? Biasanya akulah orang pertàma yang kauajak berbagi. Kau terkejut ketika menyadari aku telah berada di ruangan itu dengan Ardhan, anak lelaki kebanggaanmu. Segumpal tanya tersirat dari tatapanmu. " Kenapa abi tak mengabari kalau sakit ? Sepertinya menghindar dariku ," tanyaku sesaat setelah aku duduk di sisi pembaringan. " Maaf mi, aku hanya tak ingin membebani pikiranmu dengan keadaanku ," jawabmu lirih " Tapi tak biasanya abi seperti ini ," " Sudahlah tak usah jadi masalah, aku minta maaf deh mi kalau gitu ," sergahmu sebelum sempat kuselesaikan kalimatku. Aku memandangmu lekat seolah tak yakin dengan kata-katamu barusan, ada kesal yang menggumpal. Bagaimana tidak ? Beberapa waktu aku kuatir karena tak ada kabar tentangmu, lalu dengan mudahnya kau memintaku memaklumi sedang nyatanya kau dalam keadaan sakit? Ada perih yang mulai menjalari hati. " Ya sudahlah kalau itu maunya abi, lebih baik aku pulang saja, memang lebih baik kalau aku tidak lagi tahu tentang abi sama sekali. Maafkan jika aku terlalu jauh memasuki wilayah pribadi abi ," ucapku lirih seraya bangkit dari tempat dudukku. Namun aku terkejut ketika tiba-tiba kau meraih tanganku dan menahan langkahku. " Ummi jangan marah, abi tak bermaksud seperti itu, abi hanya berusaha untuk tak lagi rapuh dan selalu bergantung padamu, itu saja," tuturmu lirih, sendu dan patah. " Tapi bukan berarti harus memaksakan seperti itu, lihatlah kondisi abi sekarang sampai sakit begini " " Maafkan abi,mi ," hanya itu ucapmu sambil menggenggam jemariku dengan lembut seraya mengelusnya. " Ya sudahlah bi, sekarang kita fokus aja pada kesehatan abi " Kami bertatapan dalam diam, hanya hati kami yang bicara lewat tatap mata dan genggaman tangan. Batam06043017 Edith Agastya 13.31 wi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • ALL MY WOUNDS
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • The Chance
  • Om, Ayo Nikah!
  • ARUMILA

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

More details
WpActionLinkContent Guidelines