elektravyy
Sean berjalan tergesa-gesa, ia dapat merasakan langkah kakinya yang lebar hingga membuat kakinya merasa nyeri. Namun ia berusaha menghiraukannya. Ia berusaha meraih lengan Jelena yang terus melangkah tanpa memperdulikannya.
"Tunggu!"teriak Sean, namun Jelena terus berjalan tanpa memperdulikan. "Jelena! Kuperingatkan!"kecamnya.
Jelena berhenti, berbalik dan menghadap Sean. Ia menyempitkan matanya, "Apa? Kau menginginkan apa dariku, huh?"tanyanya.
"Kau tahu! Kau tahu tentang kematian Collien!"jelas Sean dengan nada yang cukup keras hingga ia bisa merasakan denyut nadi dilehernya berdenyut dengan cepat.
Jelena memejamkan matanya, merasa takut. "Kumohon.."rajuknya, ia lalu menghapus air matanya dengan cepat sebelum Sean melihat, "Tinggalkan aku, Sean. Jangan mendesakku", ia menangkup kedua tangannya lalu berlutut dihadapan Sean.
Sean melebarkan matanya. Amarahnya menguap begitu saja. Jelena. Wanita itu telah kehilangan pertahanannya. Wanita itu kembali menangis setelah 7 tahun tak pernah menangis. Wanita itu kembali menjadi Jelena.