Kali pertama Kayana datang, selain rindu yang datang besar pada orang tuanya, dia rindu bagaimana suasana desa tercipta.
Lalu dia harus bertahan. Tentang Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang katanya memakan waktu banyak, apalagi tentang OSPEK Jurusan, digadang banyak memakan korban menangis sebab Komdis jajaran kakak tingkat yang galak membuat mental sedikit terombang-ambing.
Lagi, Kayana hanya bisa menahan nafas frustasinya. Dia bahkan belum memulai jadi pantang untuk menyerah. Jadi, satu-satunya hal benar adalah cepat menuju tempat kosan yang sudah disewa, membereskan tempat tinggal supaya menjadi lebih nyaman, kemudian beradaptasi.
"Haaah... Selamat datang kehidupan baru, selamat menjadi kuat dan belajar menjadi dewasa. Menjadi ramah, ya, Bandung?"
*Banyak banget sebenernya cerita yang udah di bikin. Salah satunya cerita HUNHAN ini, pakai nama lokal. Cuma maju mundur. Takut gak bisa up sering terus kena writer block :'((( kan digantungin itu gak enak ya :'(((