Btw ini cuplikan ceritaku yang lagi aku kerjain. tapiiii ini ga akan aku upload hehe
Mata Calista masih terbuka—terkejut, kosong, tapi entah kenapa... ada secercah sesuatu di sana. Sesuatu yang hampir terlihat seperti... lega.
Elara menatap wajah itu—wajah yang pernah ia bayangkan penuh tawa, penuh kehangatan, penuh kebahagiaan.
Air matanya jatuh menetes ke pipi Calista yang sudah dingin.
"Berbahagialah, Calista," bisiknya, suaranya retak seperti kaca yang pecah perlahan. "Kumohon... di mana pun kau akan pergi setelah ini..."
Ia memeluk kepala Calista erat ke dadanya, tubuhnya bergetar karena isak tangis yang akhirnya pecah.
"Berbahagialah."
itu chapter terkahirnyaa