Aku menyusuri jalan paling sunyi dalam pengembaraan panjang ini.
Hanya kicauan burung, desiran angin yang menghantam dedaunan, dan deru ombak yang mengiringi setiap langkahku.
Takdir yang mengikat jiwa seolah memenjarakan raga dalam kesunyian.
Di titik ini, aku menyadari—segala yang terjadi dalam hidup hanyalah bintik-bintik kecil di bawah galaksi yang luas.
Segala persoalan, pengekangan, pengkhianatan, kehilangan, hingga kebahagiaan…
mungkin hanyalah cara takdir menunda sang akhir.
Ada yang dipangku oleh keramaian,
ada yang dipeluk oleh kesunyian.
Dan pada akhirnya, mungkin tidak ada yang benar-benar salah dalam hidup ini.
Semuanya telah tertulis—dalam skenario yang rapi,
atau justru… rapuh.