AggnezH

“Udara di rumah Seongbuk-dong sekarang seperti ruang eksekusi, Hyung (kak),” pungkas Nam Joon memecah hening, suaranya berat dan berwibawa. 
          	
          	“Kau dan Se Jeong bahkan tidak saling menatap saat berpapasan di koridor.”
          	
          	“Bukankah itu bagus?” gumam Seok Jin parau, intonasinya datar tanpa emosi. “Itu yang dia inginkan. Dia butuh ruang privasi, dan aku memberikannya.”
          	
          	Nam Joon memejamkan mata sejenak, memijat pangkal hidungnya pelan. Rasa gemas dan prihatin berkecamuk di dadanya. “Kau tahu itu bohong.”
          	
          	“Se Jeong me.....
          	_______________
          	OPPA'S SECRET | Chapter 17 ---a.k.a "Empty Spaces" --- Published! ✨
          	
          	https://www.wattpad.com/1653284769?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

“Udara di rumah Seongbuk-dong sekarang seperti ruang eksekusi, Hyung (kak),” pungkas Nam Joon memecah hening, suaranya berat dan berwibawa. 
          
          “Kau dan Se Jeong bahkan tidak saling menatap saat berpapasan di koridor.”
          
          “Bukankah itu bagus?” gumam Seok Jin parau, intonasinya datar tanpa emosi. “Itu yang dia inginkan. Dia butuh ruang privasi, dan aku memberikannya.”
          
          Nam Joon memejamkan mata sejenak, memijat pangkal hidungnya pelan. Rasa gemas dan prihatin berkecamuk di dadanya. “Kau tahu itu bohong.”
          
          “Se Jeong me.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 17 ---a.k.a "Empty Spaces" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1653284769?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

“Jadi... kau membawakan kopi ke restoran sore tadi hanya sebagai alasan?” tutur Seok Jin dengan nada suara yang dijaga begitu kaku, dingin dan sinis. “Kau menyogokku dengan kopi itu agar aku tidak melarangmu keluar dan menghabiskan malam bersama Jung Kook, begitu?”
          
          Se Jeong mendongak secepat kilat, matanya membelalak tak percaya. Dadanya bagai dihantam batu besar. Menyogok dengan kopi... hanya demi mencari alasan keluar?
          
          “Oppa (kak)! Bukan seperti itu! Aku benar-benar membawakan kopi itu murni untuk--”
          
          “Sudahlah, Kim Se Jeong,” sela Seok Jin halus namun sangat dingin, memotong kalimat Se Jeong tanpa ampun. “Kau.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 16 ---a.k.a "Calculated Distance" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652616377?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH 

AggnezH

“Ah... Tae Hyung-ah?” Chang Wook bersuara, nadanya sama sekali tidak menunjukkan rasa cemburu, melainkan nada seorang pria dewasa yang sedang melihat anak nakal yang menyusahkan. “Kau di sini?”
          
          Tae Hyung mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rasa panas membakar dadanya, namun lidahnya mendadak kelu.
          
          “Seok Jin menelponmu lagi semalam, Sayang?” tanya Chang Wook pada Hye Sun, nadanya penuh pemakluman. “Adiknya ini berbuat onar di mana lagi kali ini?”
          
          Hye Sun berdiri di samping Chang Wook, wajahnya kembali dipasangi topeng Ice Queen yang tak tersentuh. “Hanya keributan kecil di Night Club. Aku.....
          _______________
          NOONA'S SECRET | Chapter 02 ---a.k.a "Fatal Mistake" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1638788304?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

“Se Jeongie...?” bisik Seok Jin parau. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah saat matanya jatuh pada kantong kopi di tangan adiknya. 
          
          Dia tahu betul... adiknya datang untuk memberikan perhatian padanya. Dan dia baru saja menghancurkan hati adiknya sendiri secara sengaja---membiarkan Kwon Na Ra bergelanyut manja pada lengan kokohnya.
          
          “Maaf, Oppa (kak). Aku tidak tahu kalau ada tamu,” tutur Se Jeong cepat. Suaranya diusahakan setenang mungkin.
          
          Na Ra membalas anggukan itu sembari mengamati Se Jeong. Ujung bibirnya terangkat tipis. “Ah... jadi ini adik perempuanmu, Seok Jin-ah? Cantik sekali. Aku sering mendengar ceritanya darimu, tapi baru sekarang melihat langsung.”
          
          Se Jeong mengabaikan denyut nyeri di dadanya. Dia.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 15 ---a.k.a "Cruel Distance" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652609381?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

“Noona (kak)... kau datang?” gumam Tae Hyung parau, suaranya nyaris hilang. 
          
          Hye Sun tidak menanggapi, wanita itu hanya menoleh ke arah petugas polisi yang berdiri kaku di sampingnya. 
          
          “Semua dokumen jaminan sudah ditandatangani. Rekaman CCTV di lokasi sudah aku amankan, dan pria yang dipukulnya sudah setuju untuk menutup mulut setelah aku menunjukkan beberapa catatan medisnya yang menarik. Boleh aku membawanya pergi?”
          
          Mendengar penjelasan Hye Sun, seorang petugas polisi mengangguk patuh, kemudian membuka sel tahanan sementara, mengeluarkan Tae Hyung.
          
          Hye Sun menatap Tae Hyung yang keluar sel dengan tatapan datar. “Kita pergi sekarang.”
          
          .....
          _______________
          NOONA'S SECRET | Chapter 01 ---a.k.a "Fragile Alliance" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1625338214?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

“Jangan gunakan alasan bisnis denganku, Seok Jin Hyung (kak),” potong Nam Joon cepat, intonasi suaranya menajam. 
          
          Nam Joon memajukan tubuhnya, menatap Seok Jin lurus-lurus. “Kau pergi bukan karena restoran. Kau pergi karena melarikan diri dari perasaanmu sendiri... dan dari Se Jeong terutama.”
          
          Ruang kerja itu seketika diliputi ketegangan.
          
          Rahang Seok Jin mengeras. “Jika kau tahu alasannya, maka jangan menahanku, Nam Joonie.”
          
          “Hyung (kak)!” Nam Joon menggebrak meja pelan, suaranya tertahan agar tidak membangunkan Se Jeong di lantai atas. “Kenapa kau selalu memilih cara yang paling menyiksa dirimu sendiri?! Kalian berdua tidak.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 14 ---a.k.a "Bitter Promises" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652603483?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

"Oppa (kak)... kau khan dosen manajemen," Se Jeong menelan ludah, mencari susunan kata yang paling aman agar tidak terkesan sedang membicarakan dirinya sendiri. 
          
          "Kau pasti paham betul soal analisis risiko, teori ketidakpastian, dan... cara mengukur batas kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, khan?"
          
          Pria cerdas itu mendongak perlahan, menatap adiknya dari lensa kacamata. Binar matanya yang tajam dan bijaksana seketika menangkap gurat keraguan serta kecemasan di wajah Se Jeong.
          
          Nam Joon menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, melipat kedua tangan di dada. "Tergantung variabelnya. Dalam dunia manajemen, risiko selalu ada di setiap keputusan strategis. Tapi kenapa mendadak bertanya soal itu?.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 13 ---a.k.a "Sweet Treason" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652400295?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH 

AggnezH

“Cukup!” seru Jung Kook. Wajahnya memerah, otot lehernya menegang. Dia melangkah maju dan langsung menarik tangan Hye Ri agar berhenti memijat kaki Jimin.
          
          “Jeon Jung Kook? Ada apa?” Hye Ri terkejut melihat reaksi emosional Jung Kook yang begitu meledak.
          
          “Park Jimin, berdiri sekarang juga!” perintah Jung Kook dingin. “Kau punya dua kaki yang cukup kuat untuk berjalan ke sini, jadi kau cukup kuat untuk pulang sekarang. Berhenti bersikap seperti bayi di depan wanitaku!”
          
          Suasana mendadak hening. 
          
          Kata-kata wanitaku meluncur begitu saja dari mulut Jung Kook dengan nada protektif yang.....
          _______________
          FINE DINING SURGERY | Chapter 21 ---a.k.a "Instinct Over Memory" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652361935?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH 

AggnezH

Se Jeong berdiri menatap layar ponselnya dengan bibir mengerucut tajam. Sebuah pesan singkat dari Nam Joon baru saja masuk, meruntuhkan satu-satunya alibi pelarian yang sudah dia susun sejak siang tadi.
          
          [Nam Joon Oppa]:
          “Se Jeongie, mianhae (maaf ya). Dekan mendadak memanggilku untuk rapat evaluasi semester. Aku sudah minta Seok Jin Hyung (kak) untuk menjemputmu. Pulanglah dengannya. Eoh?”
          
          “Nam Joon Oppa (kak)... kau benar-benar mengacaukan rencanaku,” bisik Se Jeong frustrasi, meremas ponselnya rapat-rapat. 
          
          “Aku tidak mau bertemu Si Bahu Lebar itu, hari ini dia.....
          _______________
          OPPA'S SECRET | Chapter 12 ---a.k.a "Sweet Awkwardness" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1652187165?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH

AggnezH

Jung Kook tidak memedulikan larangan itu. Pria itu berdiri sangat dekat, memperhatikan cara Hye Ri memegang pisau. “Kau memotongnya terlalu tebal, Sayang. Wortel itu tidak akan matang bersamaan dengan bawangnya jika potongannya tidak seragam.”
          
          Deg.
          
          Panggilan itu…
          
          Meluncur begitu saja dari bibir Jung Kook.
          
          “A-Aku ini dokter, bukan chef bintang lima sepertimu. Yang penting matang dan sehat,” balas Hye Ri defensif. Sebenarnya lebih kepada menangkan diri karena gugup mendengar Jung Kook memanggilnya sayang dengan nada semesra itu.
          
          “Sini, biar aku tunjukkan caranya,” ucap Jung Kook.
          
          Sebelum Hye Ri sempat memprotes, Jung Kook me.....
          _______________
          FINE DINING SURGERY | Chapter 20 ---a.k.a "Taste of Memory" --- Published! ✨
          
          https://www.wattpad.com/1651978645?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=AggnezH