Aileeshaya

Gaisss, maap belom bisa balas komentar dan pesan kalian di papan percakapan ya
          	
          	Btw makasih supportmya dan udh setia nunggu. 
          	
          	Oh ya, keknya kita ini aja ya, ga banyak isi per bab. Mungkin sekitar 1500 kata aja. Gapapa ya gak panjang tapi bisa up lebih sering gitu

amaaloey

@Aileeshaya gapapaa kakk tp jangan ngilang lagi yaa
Reply

Aileeshaya

Gaisss, maap belom bisa balas komentar dan pesan kalian di papan percakapan ya
          
          Btw makasih supportmya dan udh setia nunggu. 
          
          Oh ya, keknya kita ini aja ya, ga banyak isi per bab. Mungkin sekitar 1500 kata aja. Gapapa ya gak panjang tapi bisa up lebih sering gitu

amaaloey

@Aileeshaya gapapaa kakk tp jangan ngilang lagi yaa
Reply

mhrchnn

Selamat sore dari jam 16:25 wib, kakak km apa kabar? Semoga sehat sehat ya, karena saya disini sebagai peminat karya mu sangat amat menunggu kelanjutan kisah teratai itu. Udah aku ulang-ulang baca last chapter sampe ketawa-ketawa sendiri. Semangat terus kak! Ku tunggu update mu itu, lov from diriku❤️

naaviithilii

dear fellow mahabharatham writers di wattpad,
          
          i just want to say this with respect, not to offend anyone. writing fanfiction dari epos besar seperti mahabharatham itu bukan cuma soal ikut trend atau sekadar fomo. this itihāsa is not just a random fantasy world. di dalamnya ada dharma, paramparā, sejarah budaya yang sangat panjang
          
          sometimes i read some stories dan i feel a little confused.. kerajaan namanya seperti dibuat asal bunyi, karakter namanya tidak punya makna, bahkan setting-nya kadang tidak connect dengan dunia Bharata sama sekali. in indian tradition, names always carry artha —meaning, lineage, philosophy. nama bukan sekadar aesthetic sound.
          
          look, even if our beliefs are different, some of you mungkin muslim, some others berbeda lagi, that’s completely fine. tapi sedikit mendalami source culture itu bentuk respect.
          at least understand the rasa, the dharma, the spirit of the story. sedikit baca tentang sanskrit names, kerajaan dalam itihāsa, atau cultural context. not everything harus perfect, but effort matters
          
          my ammā selalu bilang: “ ஒரு கதையை எழுதினால் அதன் உயிரையும் புரிந்துகொள் ”
          (if you write a story, understand its soul )
          
          dan satu hal lagi, said very gently.... kalau suatu hari ada readers dari india yang kebetulan membaca cerita kalian, kemungkinan besar mereka akan langsung notice banyak ketidaksesuaian. kritik pasti datang, bukan karena mereka jahat, tapi karena cerita ini bagian dari cultural memory mereka.
          
          so please, write with heart, not just with trend. mahabharatham bukan sekadar plot, it’s a living tradition. just a small reminder from someone who grew up between two cultures. no hate, only little satya.
          
          vanakkam,
          from tamil nadu.

Aileeshaya

@ naaviithilii  
            
            Aileeshaya sangat terbuka menerima saran dan masukan. Dalam tanda kutip, harus membaca lebih dulu. Jika kakaknya membaca kemudian memberikan kritik dan masukan pada salah satu chapter misalnya, Minli pasti akan research ulang dan melakukan perbaikan jika itu jelas menentang sejarah. Namun sangat disayangkan karena kritikan kakaknya template ke semua author, sehingga Aileeshaya berpikir bahwa kakanya tidak baca lebih dulu dan pukul rata semuanya.
Reply

Aileeshaya

            Mmm, sedikit contoh. Ini mungkin akan menyangkal tuduhan mengenai nama karakter yang tidak punya makna, setting yang tidak sesuai dengan dunia Bharata, Indian tradition, dsb.
            
            1. Riset Geografi : Anda bisa membaca bab 68-90 dari Teratai Kurukshetra. Ada adegan tentang sidang darurat wabah di Anga. Author memperhitungkan realistis waktu tempuh logistik medis di era tersebut via jalur darat dan sungai Gangga. Rute rombongan dari Hastinapura menuju Anga via Kashi juga disusun berdasarkan peta dunia Bharata yang logis. Bahkan membuat perbandingan nya dengan zaman modern. Ibu kota Kuru yang berada di wilayah Meerut, serta Champa yang di wilayah negara bagian Bihar. (Saya yakin jika anda benar-benar paham peta 16 Mahajanapadas, dan geografi India sekarang, anda gabisa bantah ini. Itulah mengapa sy katakan, tolong baca)
            
            2. Etimologi Nama: Tokoh fiksi dan lokasi fiksi di kisah ini tidak sembarang dibuat. Sehingga terlalu menyakitkan dengan narasi anda jika mengatakan semuanya asal dibuat begitu saja dan tanpa makna. Ada sebuah hutan fiksi di kisah ini, namanya hutan Kalavana. Tidak perlu saya jelaskan, karena jika anda memang paham bahasa kuno sanskrit yg menjadi ibu bahasa kita juga (sansekerta) pasti tahu maknanya apa. 
            
            Terakhir, mengenai tren atau FOMO, Aileeshaya sangat tidak setuju. Rasanya kurang tepat ditujukan pada karya ini. Saya sudah mulai menulis dan merintis fanfict Mahabharat sejak tahun 2023. Saat itu memang belum seramai sekarang. Hanya beberapa author yang buat. Hingga sekarang turut beralih ke Historical Fiction. Kisah ini awalnya besar di TikTok, dan baru dibawa ke Wattpad pada awal 2025. Jadi, ini bukan sekadar fomo, ini dedikasi panjang bertahun-tahun. Dan tentunya karena dukungan penggemar.
            
            Sekali lagi, terima kasih atas remindernya.
            
            Effort matters, and I put a lot of heart and research into this story. 
            
            Thank you, 
            
            Salam hangat, Aileeshaya 
Reply

Aileeshaya

@ naaviithilii  
            
            Vanakkam. 
            
            Hai, Aileeshaya di sini. Author dari fanfict Teratai Kurukshetra.
            
            Sebelumnya, terima kasih banyak atas remindernya yang sangat insightful. Author juga setuju bahwa Itihasa bukan sekadar tren atau fomo belaka ketika menulis sebuah karya dengan latar budaya dan religi yang begitu kaya. (Tidak hanya Mahabharat saja)
            
            ​Namun, melihat komentar template ini sepertinya disebarkan ke hampir semua karya fanfict Mahabharat, Aileeshaya secara pribadi berasumsi bahwa anda sepertinya belum membaca "Teratai Kurukshetra" secara menyeluruh, atau bahkan sama sekali tidak. Jika anda berkenan membaca dulu (disarankan sampai bab terbaru), anda akan melihat bahwa Aileeshaya justru menerapkan persis apa yang seperti disampaikan. Alih-alih menganggap komentar ini kontra, sepertinya justru memvalidasi kerja keras author.
            
            ​Sebagai penulis, Aileeshaya sangat menghargai source culture. Kisah ini memang fiksi adaptasi, namun author sangat berhati-hati untuk tidak merusak grand plot atau Dharma aslinya, ya.
            
            Eksplorasi fiksi dalam Itihasa juga hal yang lumrah dilakukan, bahkan penulis yang berkecimpung di dunia seni dari India sendiri pun melakukannya. Mereka membuat adegan a-z untuk mengisi kekosongan ruang menuju plot utama.
            
            Barangkali anda pernah baca novel historical fiction dengan judul : Karna's Wife: The Outcast's Queen, karya Kavita Kane (yg sepertinya juga sudah sempat diadaptasi ke layar kaca). Anda dapat melihat bagaimana penulis menghadirkan tokoh istri fiksi dari sosok Karna yang bernama Uruvi. (Rekomended untuk dibaca si).
            
            Satu informasi yg harus anda tahu, Aileeshaya selalu melakukan riset. Sepertinya anda juga tahu, bahkan untuk apapun itu, mari lakukan riset. Termasuk sebelum anda berkomentar, sebaiknya riset dan ​baca lebih dulu karya kami sebelum memukul rata semuanya.
            
            
Reply