"Duduk, Lely," perintahnya datar.
Dia sudah memberi tau semua.. Tentang 'sangkar' yang kau rusak, tentang Koh Samui, dan tentang... keberanianmu membawa barang-barang yang tidak pernah Papa izinkan kau beli," Papa menatapku tajam, merujuk pada paket-paket bikini online shop yang sepertinya sudah diketahui beliau lewat laporan kartu kredit atau entah apa.
Aku menelan ludah. "Pa, aku bisa jelaskan—"
"Tidak perlu," potong Papa cepat. "Dia sudah menjelaskan lebih dari cukup. Dia benar-benar bertingkah seperti pria yang kehilangan akal sehatnya karena kau."
Papa menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya. "Papa memang ingin menjodohkanmu, tapi Papa tidak menyangka kau akan mengambil jalan se-ekstrem itu untuk merusak martabat pria suci ini"
Aku membelalak. "Pa! Dia tidak sesuci itu! Dia itu—"
"Dia sudah mengakui semuanya, Lely. Termasuk tanggung jawabnya jika terjadi sesuatu pada perutmu beberapa bulan ke depan," Papa memijat pangkal hidungnya.
Draft ide sudah tamat untuk lely..