Akebi_
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
[can i stay for a bit?]
> hey, boleh buka pintunya?
> aku di depan
1:00 am—but hanni did it anyway.
empat puluh menit berlalu, namun keduanya masih tetap di posisi yang sama. tidak ada yang bergerak satu inci pun; hanni masih terduduk di kasur, mengelus lembut rambut panjang minji yang ada di atas pahanya.
suasana kamar sunyi. hanya suara isakan pelan dari si jangkung yang masih memenuhi ruangan. sweatpants yang dikenakan hanni sudah basah karena air mata minji, tapi sang empunya tidak peduli.
"aku capek."
menjadi dua kata penutup dari keluh kesah minji empat puluh menit kebelakang. kuliah, kerja sampingan, dan dua orang tua yang tidak ada habisnya berteriak satu sama lain—tiga hal yang sukses membuat minji tanpa ragu memperlihatkan sisi rapuhnya kepada hanni.
"aku berlebihan, ya? teman-teman lain bilang aku terlalu lebay."
hanni tersenyum. masih setia mengelus rambut yang lebih tua itu.
"you're not, minji. semua perasaan yang kamu rasain itu wajar. gak ada kata 'berlebihan', untuk sesuatu yang bikin kamu merasa lelah,"
"kamu boleh capek, sedih, marah, dan kamu boleh tumpahin semuanya ke aku. jangan bebanin semuanya di pundak kamu sendiri, ada aku di sini yang siap nampung apapun itu, yang menjadi beban pikiran kamu,"
Akebi_
"you're doing better than you think, nji. gak ada yang kurang sama sekali dalam diri kamu. justru kamu sudah sangat hebat, bisa bertahan di titik sekarang ini,"
"tarik napas kamu dalam-dalam, coba untuk tenangin pikiran kamu. kalau masih ribut, gak usah ragu buat peluk aku. kamu selalu seneng kalau pelukan sama aku, kan?"
minji menegakkan tubuhnya. hendak menghapus sisa air matanya sendiri, namun hanni sudah lebih cepat melakukan itu.
hangat—itu yang dirasakan minji begitu sepasang tangan mungil menangkup wajahnya. ah, bahkan senyum tipis yang kini diberikan hanni pun, sudah cukup membuatnya jauh lebih tenang.
"maaf aku cengeng."
"gak perlu minta maaf, nji. aku suka kamu terbuka gini sama aku. selanjutnya jangan ragu buat lari ke aku, ya? i'm always here for you."
minji mengangguk. kini dua tangannya melingkar sempurna di pinggang hanni, "terima kasih banyak, sayang."
"kembali kasih~"
pelukan mengerat. satu tangan hanni bergerak mengelus punggung sang pacar. masih mencoba untuk menenangkan.
"... can i stay for a bit?"
ragu. namun tetap minji katakan sebab masih (sangat) membutuhkan keberadaan hanni di sebelahnya.
"you can stay forever."
•
Reply
Akebi_
[can i stay for a bit?]
> hey, boleh buka pintunya?
> aku di depan
1:00 am—but hanni did it anyway.
empat puluh menit berlalu, namun keduanya masih tetap di posisi yang sama. tidak ada yang bergerak satu inci pun; hanni masih terduduk di kasur, mengelus lembut rambut panjang minji yang ada di atas pahanya.
suasana kamar sunyi. hanya suara isakan pelan dari si jangkung yang masih memenuhi ruangan. sweatpants yang dikenakan hanni sudah basah karena air mata minji, tapi sang empunya tidak peduli.
"aku capek."
menjadi dua kata penutup dari keluh kesah minji empat puluh menit kebelakang. kuliah, kerja sampingan, dan dua orang tua yang tidak ada habisnya berteriak satu sama lain—tiga hal yang sukses membuat minji tanpa ragu memperlihatkan sisi rapuhnya kepada hanni.
"aku berlebihan, ya? teman-teman lain bilang aku terlalu lebay."
hanni tersenyum. masih setia mengelus rambut yang lebih tua itu.
"you're not, minji. semua perasaan yang kamu rasain itu wajar. gak ada kata 'berlebihan', untuk sesuatu yang bikin kamu merasa lelah,"
"kamu boleh capek, sedih, marah, dan kamu boleh tumpahin semuanya ke aku. jangan bebanin semuanya di pundak kamu sendiri, ada aku di sini yang siap nampung apapun itu, yang menjadi beban pikiran kamu,"
Akebi_
"you're doing better than you think, nji. gak ada yang kurang sama sekali dalam diri kamu. justru kamu sudah sangat hebat, bisa bertahan di titik sekarang ini,"
"tarik napas kamu dalam-dalam, coba untuk tenangin pikiran kamu. kalau masih ribut, gak usah ragu buat peluk aku. kamu selalu seneng kalau pelukan sama aku, kan?"
minji menegakkan tubuhnya. hendak menghapus sisa air matanya sendiri, namun hanni sudah lebih cepat melakukan itu.
hangat—itu yang dirasakan minji begitu sepasang tangan mungil menangkup wajahnya. ah, bahkan senyum tipis yang kini diberikan hanni pun, sudah cukup membuatnya jauh lebih tenang.
"maaf aku cengeng."
"gak perlu minta maaf, nji. aku suka kamu terbuka gini sama aku. selanjutnya jangan ragu buat lari ke aku, ya? i'm always here for you."
minji mengangguk. kini dua tangannya melingkar sempurna di pinggang hanni, "terima kasih banyak, sayang."
"kembali kasih~"
pelukan mengerat. satu tangan hanni bergerak mengelus punggung sang pacar. masih mencoba untuk menenangkan.
"... can i stay for a bit?"
ragu. namun tetap minji katakan sebab masih (sangat) membutuhkan keberadaan hanni di sebelahnya.
"you can stay forever."
•
Reply
Akebi_
aKU OVERWHELMED BGT ANJGGDOEMSKDKEMD............ sorry, I don't think I can do the update....... enggak di kondisi seperti ini :((((((((((((( </3
Akebi_
five or nothing.
Akebi_
promise me everything will be okay...
Akebi_
it's frckin' 3:48 am and I'm fckin' h8 myself :D
Akebi_
"every thing that you love, you will eventually lose, but in the end, love will return in a different form."
— franz kafka
Akebi_
how can u miss someone you've never met? :<
; idk you yet — alexander 23