Ternyata setelah lama nggak nulis, ada tumpang tindih antara ide pribadi dengan logika suatu hal saat menulis ff yg niatnya based on animenya.
Masa gue ampe bikin verbatim film. Ini lelet banget karena seakan-akan gue lagi dikasih tugas tanpa batas waktu, membuat laporan film.
Jiwa perfeksionis (katanya gue punya ini, tapi aslinya nggak merasa sih), seakan pen lengkap dan padat, jadinya selayaknya apapun yang diucap pemeran, gua jeda, ketik, ulangi. Gitu terus ampe nggak kelar-kelar.
Makanya rencana ff ini mungkin akan lebih mandeg lagi lebih dari pembuatan Bab 20 yang keapus itu. (Atau nggak ya, karena yg bab 20 itu gua emng beneran nggak yakin bisa bikin lagi).
(〒﹏〒)