Promosi cerita baru bebb
---
Buat Alya, Bima itu hukuman.
Datang tiap hari bawa soal fisika, tatapan datar, sama sabar yang bikin Alya muak.
Buat Bima, Alya itu doa yang dikabulkan dengan cara paling nyebelin. Galak, suka banting pintu, dan hobi bilang benci tepat di depan mukanya. Tapi cuma Alya yang dia tungguin pulang sejak SMP.
Mereka nggak saling jatuh cinta. Mereka saling dipaksa semesta. Diikat janji, disekat syarat, ditemani kresek kapur yang diketuk tengil di atas meja.
Sampai akhirnya Alya ngerti:
Lelaki paling nyakitin itu bukan yang pergi. Tapi yang tetap tinggal, meski tiap hari disuruh pergi.
Ini bukan kisah cinta yang manis dari awal. Ini kisah tentang sabar yang diuji bentakan, tengil yang nyelip di antara rumus fisika, dan satu janji yang Bima pegang mati-matian:
"Kamu boleh benci saya. Asal jangan luka sendirian."
Karena kadang, rumah bukan tempat. Tapi orang yang nggak pergi waktu kamu usir tiap hari.
https://www.wattpad.com/story/410782708