Alpmon

Jujur aku masih merasa sedih dengan keadaan ASAS walau ini udah terlewat cukup lama...
          	
          	Aku sendiri berada di kelas IPA. Saat ASAS, sistemnya mengharuskan murid memakai laptop/tab, tapi hp tetap diatas meja masing-masing untuk hotspot.
          	Nyatanya dari ±36 murid di kelas, ada lebih dari 32 orang yang tetap bisa menyontek. Ada yang diam diam memotokan soal di laptop lewat google di hp saat guru lengah, dll. Dan di kelas itu dicampur, angkatan kelas 10 dan 11 tapi mereka semua bisa mencontek dengan tenang seakan-akan itu hanyalah rahasia umum.
          	
          	Simple question, sebenernya apa yang mereka inginkan hingga berbuat curang seperti itu? Kalau nilai, bukannya nilai juga pasti ada campur tangan guru, ya? Karena kalau ada murid yang nilainya anjlok dan dinyatakan tidak lolos, pasti nama sekolah juga tercoreng, hmzzz...
          	
          	Bahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengungkapkan terdapat 1.751 kasus kecurangan dalam SNBT 2026, dan hampir 99 persen diantaranya terkait peserta yang memilih Program Studi Kedokteran. Bayangkan jika mereka diloloskan, apakah kita masih yakin untuk pergi ke rumah sakit setelahnya?
          	
          	Kini aku paham mengapa pemerintah kita banyak yang seperti itu. Karena: "Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Pemerintah pun awalnya hanya rakyat yang dipilih oleh rakyat lainnya. Mungkin TIDAK SEMUANYA BISA DISAMARATAKAN, tapi TERKADANG yang protes kepada mereka pun hanya orang yang tidak diberikan kesempatan yang sama. Walau tidak semuanya demikian.
          	
          	Aku hanya berharap Indonesia bisa membaik ke depannya, bukan berita negatif yang kebanyakan ditayangkan oleh berita, namun tentang kearifan lokal di Indonesia.
          	
          	–Salam duka, Anin

Alpmon

@Michel744350  Sedih banget dengernya. Andai semuanya disamaratakan gitu, gak ada yg diperanak tirikan... Mei mei yg tinggal di Jawa jujur ngerasa banget gak adilnya buat yg diluar Jawa..
Reply

Michel744350

@Alpmon  Hanya karena provinsi jiejie pernah jadi Republik pertama(KalBar/R.Lanfang), jadi dianggap berpengalaman. Berpengalaman = diacuhkan. Sedih sekali :')
Reply

Michel744350

@Alpmon  Papua mah masih mending, Alp mei mei. Kalimantan lebih lagi dianak tirikan, Papua masih mending ada Jokowi, lah kami gak ada satupun
Reply

Alpmon

Jujur aku masih merasa sedih dengan keadaan ASAS walau ini udah terlewat cukup lama...
          
          Aku sendiri berada di kelas IPA. Saat ASAS, sistemnya mengharuskan murid memakai laptop/tab, tapi hp tetap diatas meja masing-masing untuk hotspot.
          Nyatanya dari ±36 murid di kelas, ada lebih dari 32 orang yang tetap bisa menyontek. Ada yang diam diam memotokan soal di laptop lewat google di hp saat guru lengah, dll. Dan di kelas itu dicampur, angkatan kelas 10 dan 11 tapi mereka semua bisa mencontek dengan tenang seakan-akan itu hanyalah rahasia umum.
          
          Simple question, sebenernya apa yang mereka inginkan hingga berbuat curang seperti itu? Kalau nilai, bukannya nilai juga pasti ada campur tangan guru, ya? Karena kalau ada murid yang nilainya anjlok dan dinyatakan tidak lolos, pasti nama sekolah juga tercoreng, hmzzz...
          
          Bahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengungkapkan terdapat 1.751 kasus kecurangan dalam SNBT 2026, dan hampir 99 persen diantaranya terkait peserta yang memilih Program Studi Kedokteran. Bayangkan jika mereka diloloskan, apakah kita masih yakin untuk pergi ke rumah sakit setelahnya?
          
          Kini aku paham mengapa pemerintah kita banyak yang seperti itu. Karena: "Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Pemerintah pun awalnya hanya rakyat yang dipilih oleh rakyat lainnya. Mungkin TIDAK SEMUANYA BISA DISAMARATAKAN, tapi TERKADANG yang protes kepada mereka pun hanya orang yang tidak diberikan kesempatan yang sama. Walau tidak semuanya demikian.
          
          Aku hanya berharap Indonesia bisa membaik ke depannya, bukan berita negatif yang kebanyakan ditayangkan oleh berita, namun tentang kearifan lokal di Indonesia.
          
          –Salam duka, Anin

Alpmon

@Michel744350  Sedih banget dengernya. Andai semuanya disamaratakan gitu, gak ada yg diperanak tirikan... Mei mei yg tinggal di Jawa jujur ngerasa banget gak adilnya buat yg diluar Jawa..
Reply

Michel744350

@Alpmon  Hanya karena provinsi jiejie pernah jadi Republik pertama(KalBar/R.Lanfang), jadi dianggap berpengalaman. Berpengalaman = diacuhkan. Sedih sekali :')
Reply

Michel744350

@Alpmon  Papua mah masih mending, Alp mei mei. Kalimantan lebih lagi dianak tirikan, Papua masih mending ada Jokowi, lah kami gak ada satupun
Reply

azhdynt_

Kebiasaan sering Nunda cerita jadi banyak belum selesai :(
          
          Oh ya omong-omong saya lagi suka cerita react
          
          Seru aja gitu react berbeda fandom hehe-
          Dan aku juga buat Beberapa cerita react fandom sih tapi belum selesai 

azhdynt_

@ Aplmon 
            Nah itu dia, Cale itu cukup waras tapi dia itu magnet masalah jadi kemana dia pergi masalah pasti ada..
            Sedangkan dokja tidakkah mirip dazai Osamu-_-
Reply

Alpmon

@azhdynt_  
            Nahhh, tapi setidaknya Cale gak se anomali Dokja yang doyan banget metong
Reply

azhdynt_

@ Aplmon Cale:pejuang kehidupan pemalas kaya tapi gak kesampaian 
            Sedangkan dokja ujungnya koma
Reply

Alpmon

Jiakh, bangun dari alam kubur

Michel744350

@Alpmon  Eak hilang arah sampai gak tahu jalan pulang nih ye :)
Reply

Alpmon

@anscix  Setia 6 tahun di wattpad sksksk
Reply

Alpmon

Sorry baru balik(lagi) karena baru selesai try out, pat, un, am, sama uprak(ulangan trus g tuh). Terus lihat wall....
          
          
          Ih ternyata dulu aku kalau nulis kek jamet banget(sampe sekarang sih)
          *bengek setengah nangis*

azhdynt_

@ Alpmon  
            
            Baru muncul nih anak
            Dari mana aja. 
            
            baru sadar ternyata ರ_ರ
            Saya juga sama sih 
Reply